Mei 24, 2012

UNTUKMU ANAK2KU ..... !!





السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


بِسْــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم


Segala puji bagi Allah, yang awal tanpa yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Mahasuci AsmaNya, Maha tampak AnugrahNya. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak berhingga........)

Ucap syukur Alhamdulillah.......

Genap 19 tahun usiamu, anakku(25 Mei)

Genap 17 tahun usiamu , anakku (15 Maret)

beberapa tahun yang lalu.......

Ada suatu hari menimangmu bayi2 mungilku yang tampan..

Maha Suci Allah yang menciptakan anakku..

Sehat lengkap jasmani rohani..

Alhamdulillah.. tak henti ibu bertahmid padaNYA..

Sampai.........

Kini, jelang dewasa muda...usia anak2ku..

ibu terus berdoa untukmu, anak2ku :

Ya Allah...

Semoga barokah dan bermanfaat usiamu ...

Semoga terpelihara senantiasa langkahmu..

Semoga jadi anak alimah sholeh..

Manfaat dunia akhirat..

Ahli harta, ahli ilmu dan ahli surga..

Ya Allah ....

Semoga senantiasa menjaga dan melindungimu..

Sehingga engkau menjadi salah satu perhiasan dunia..

Pria sholeh yang menyejukkan hati..

Pria sholeh yang memiliki kecerdasan akal dan kebeningan hati

Sampai.......

Suatu saat … ibu mungkin tidak ada bersamamu lagi

Suatu saat … ibu mungkin tidak lagi dapat melihat rupamu

Suatu saat … mungkin peran ibu akan digantikan wanita pilihan hatimu

Namun anak2ku.,

Kasihku,...

Do’aku, ...

Cintaku, ...

Akan selalu menyertaimu selamanya …

Tak akan lekang dimakan oleh berlalunya waktu .....

tahun ini, genap sudah usia2mu, anakku ...

Tetapi satu pinta Ibu :

jangan pernah lupa untuk menjadi seorang yg rendah hati,.......

anak yang mampu memberi bobot kepada bumi dengan kalimat syahadat...

anak yang mampu menatap dan merengkuh dunia ini dengan tersenyum …

anak yang mampu mengarahkan muka tetap lurus ketempat sujudmu

anak yang mampu menyatukan jiwa dan kekhusyukan ibadahmu

Sehingga kelak diakhir kehidupanmu,

Semoga engkau menjadi penghuni surgawi..

Kekal abadi dengan iman yang terukir di hati..

Aamiin.. amiin.. ya Rabbal Alaamiin



Allah menciptakan bulan dan matahari salah satunya agar bisa menjadi penanggalan dan waktu

untuk perjalanan yang akan dilalui olehmu,


HAPPY MILAD my Son,

May Allah SWT shower you with :

Iman, taqwa, mercy, health, happines, beautiful life, true friend and the best of success

Aamiin YRA

I love you and will always be.



Note :

Ya Allah, kutitipkan anak2ku dan jagalah anak2ku disetiap waktu yang dilaluinya, karena aku sebagai bundanya tidak bisa selalu dapat menjaganya disetiap waktu.

Februari 23, 2012

KUNANG-KUNANG .........


Setraduta - Bandung, 12 Februari 2012
Antara 17.00 - 20.08 WIB

Saat ini, disini begitu sunyi
Meski berjajar rumah-rumah mewah disekelilingnya
Tampak terlihat tiada kehidupan, tenang dan sepi
Entah orang-orang didalam sana !

Ketika suara azan magrib bergema dari desa sebelah
Tak nampak sedikitpun suasana hiruk pikuk orang hendak beribadah
Bahkan disatu sudut samar masih kudengar
Debat sibuk orang berbisnis... Astaghfirullah!
Begitu angkuh dan bisu
Bagai tingginya tembok-tembok pemisah
Entah orang-orang didalam sana !

Aku pun turut larut dalam suasana itu, duduk termenung sepi....
Namun aku tak bisa angkuh
Karena aku berada diantaranya
Aku mash bisa merasakan dinginnya udara dan bau yang khas sehabis hujan
Masih bisa melihat sisa bulir air hujan jatuh meluncur didedaunan dan.....
Satu keindahan yang buatku takjub ....... Subhanallah !
Indahnya kilau kunang-kunang yang lalu lalang disekitar lahan kosong
diantara rerumputan basah saat malam mulai merambah
kerlap-kerlipnya bagai lampu di keramaian tengah kota
Sejenak aku melupakan keangkuhan dan kemewahan disekitarku
Karena aku masih bisa melihat keindahanMU ya اَللّهُ
yang tersisa diantara tingginya tembok-tembok kemewahan
Entah orang-orang didalam sana !

Meski waktu yang singkat
Saat menanti sesuatu yang tak pasti
Namun membawa berkah tersendiri buatku
Tambahan rasa syukur padaMu ya Illahi Robbi
Aku masih diingatkan untuk terus dan terus mensyukuri
setiap detik dihelaan nafasku.... الْحَمْدُ للّهِ !
Meski semua dalam keterbatasan dan rasa tidak nyamanku

Aku akan belajar dari kunang-kunang
yang masih mau terus bersabar menerangi gelap sekitarnya dengan kerlipnya
meski hanya disatu sudut lahan yang masih tersisa
diantara tingginya tembok-tembok keangkuhan
Dan ..... aku masih diberiNYA kesempatan
bisa melihat dan merasakan keindahan kerlipmu .... kunang-kunang
Entah orang-orang didalam sana !

Kunang-kunang jangan menghilang begitu ceoat
Tetaplah berkilau disana
hingga aku beranjak pergi kemudian, karena ......
Kilau Sinarmu memberiku banyak makna
Ajari dan tuntun aku agar bisa terus bersabar
jadi penerang ......
Meski hanya di satu sudut kehidupan nyata
Agar hidupku bermakna bagi sesama
Entah orang-orang didalam sana !


Source : by ME
Note : tak semua harapan itu terwujud sesuai keinginan kita,
syukuri apa yang sudah ada didepan mata, . الْحَمْدُ للّهِ !


Februari 09, 2012

4 Perkara Simpanan Surga !!

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Seperti biasanya setiap Kamis malam diadakan pengajian dan tausiyah setelah ba'da magrib, tausiyah malam ini masih berkaitan seputar Maulid Nabi Muhammad SAW dan pesan-pesan yang Beliau sampaikan, kali ini membahas mengenai : "Empat Perkara Sebelum Tidur dan Empat Perkara Simpanan Surga" dan disampaikan oleh Ustadz Dadan Saefulloh :

بِسْــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم

Kebanyakan kita jika menjelang tidur, mungkin yang kita lakukan cukup membaca “basmalah”, atau jika ingat membaca doa sebelum tidur. Rupanya Rasulullah SAW yang selalu mengingatkan dalam sabar dan kebaikan telah mengajarkan kepada istrinya perkara-perkara sebelum tidur. Berikut petikannya :

Rasulullah SAW berpesan kepada Aisyah ra :

"Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh"

Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum dan bersabda :
1. "Jika engkau tidur bacalah :
Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an."
.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

Bismillaahir rohmaanir rohiim,
Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x)


2. "Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa'at di hari kiamat“.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيّدنا مُحَمَّدٍ

Bismillaahir rohmaanir rohiim, Alloohumma shollii 'alaa Muhammad wa'alaa alii Muhammad (3x)“


3. "Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu“.



Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)

4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan - akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh“.

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ للهِ وَلا إِلَهَ إِلا الله وَالله أَكْبَرُ

Bismillaahir rohmaanir rohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar (3x)


Kemudian disampaikan Beliau bahwa ada Empat (4) perkara lain yang dapat membawa kita dalam kebaikan dunia akhirat, dan disebutkan sebagai simpanan "Surga", yaitu

1. Lisan kita yang selalu berdzikir

” Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ”Harta yang paling baik adalah lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, dan isteri yang beriman yang membantu suaminya dalam merealisasikan keimanannya” (HR, al-Tirmidzi).

2. Hati yang senantiasa bersyukur, artinya syukur atas nikmat yg diberikan اَللّهُ kepada kita
Bersyukur artinya memuji Allah ta’ala yang telah memberikan berbagai kenikmatan kepada kita. Baik berupa kenikmatan jasmani seperti harta benda, kesehatan, keamanan, anak, istri dan lain sebagainya. Atau yang berupa kenikmatan rohani seperti iman, islam, petunjuk, ilmu yang bermanfaat, pemahaman yang lurus dan benar dalam beragama, selamat dari segala penyimpangan dan kesesatan, rasa senang, lapang dada, hati yang tenang dan lain sebagainya.

Nikmat Allah ta’ala yang dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya itu sangat banyak, sehingga tidak ada seorang pun yang mampu menghitungnya, sebagaimana firman Allah ta’ala:


وَإِنْ تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا
“Apabila kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan bisa menghitungnya”. (QS. An Nahl : 18)

Agar dapat mewujudkan rasa syukur kepada Allah ta’ala atas segala limpahan nikmat-Nya, maka ada 3 cara diantaranya yang harus ditempuh oleh kita, yaitu:

a. Bersyukur Dengan Hati.
Maksudnya seorang hamba mengetahui dan mengakui bahwa semua kenikmatan yang ada pada dirinya itu datangnya dari Allah ta’ala. Tidak boleh sedikit pun merasa bahwa kenikmatan apapun yang dimilikinya baik berupa harta kekayaan, kedudukuan atau jabatan, kesehatan atau kesuksesan lainnya adalah diperoleh karena hasil jerih payahnya sendiri, atau karena ilmu dan ketrampilan yang dimilikinya, bukan karena kehendak Allah ta’ala.

b. Bersyukur Dengan Lisan.
Yaitu lisan seorang hamba yang beriman selalu mengucapkan puji syukur kepada Allah setiap kali mendapatkan suatu kenikmatan, baik dengan ucapan الحمد لله (Alhamdulillah) atau membasahi lidahnya dengan doa dan dzikir yang maknanya mengandung puja-puji syukur kepada-Nya.

c. Bersyukur Dengan Anggota Badan.
Segala nikmat yang dirasakan oleh orang yang beriman, akan dijadikan sebagai pendorong baginya untuk lebih banyak dan bersemangat di dalam beribadah kepada Allah. Sehingga semakin banyak kenikmatan yang diperolehnya, maka semakin meningkat pula ibadahnya kepada Allah.
Dan termasuk dalam makna bersyukur dengan anggota badan ialah menjaga dan menjauhkan anggota badan dari segala perbuatan dosa dan maksiat yang mendatangkan dosa dan kemurkaan dari Allah.


3. Sabar ketika diberikan cobaan dari اَللّهُ

Kewajiban kita adalah bersabar ketika mendapati musibah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah. Al-Quran mengajarkan kita untuk berdoa: "Ya Tuhan kami, jangnlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang se­belum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya… "(QS 2: 286). Berikut adalah beberapa kiat yang bisa memudahkan seseorang dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.

Pertama: Mengimani takdir ilahi

Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”[1]

Beriman kepada takdir, inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.” [2]

Kedua: Yakinlah, ada hikmah di balik cobaan

Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui.[3] Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116)

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ (38) مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq.” (QS. Ad Dukhan: 38-39)

Ketiga: Ingatlah bahwa musibah yang kita hadapi belum seberapa

Ingatlah bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mendapatkan cobaan sampai dicaci, dicemooh dan disiksa oleh orang-orang musyrik dengan berbagai cara. Kalau kita mengingat musibah yang menimpa beliau, maka tentu kita akan merasa ringan menghadapi musibah kita sendiri karena musibah kita dibanding beliau tidaklah seberapa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لِيَعْزِ المسْلِمِيْنَ فِي مَصَائِبِهِمْ المصِيْبَةُ بي

“Musibah yang menimpaku sungguh akan menghibur kaum muslimin.”[4]

Dalam lafazh yang lain disebutkan,

مَنْ عَظَمَتْ مُصِيْبَتُهُ فَلْيَذْكُرْ مُصِيْبَتِي، فَإِنَّهَا سَتَهَوَّنُ عَلَيْهِ مُصِيْبَتُهُ

“Siapa saja yang terasa berat ketika menghapi musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku. Ia tentu akan merasa ringan menghadapi musibah tersebut.”[5]

Keempat: Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, memang akan semakin diuji

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”[6]

Kelima: Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6). Qotadah mengatakan, “Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu beliau mengatakan,

لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ

“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”[7]

Keenam: Hadapilah cobaan dengan bersabar

'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

الصَّبْرُ مِنَ الإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الجَسَدِ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ صَبْرَ لَهُ.

“Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.”[8]

Yang dimaksud dengan bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju.[9]

Ketujuh: Bersabarlah di awal musibah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

“Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.”[10] Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.

Kedelapan: Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar

Ingatlah janji Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”[11]

Kesembilan: Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un ...”

Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا ». قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un. Allahumma'jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do'a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.”[12]

Do'a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insya Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik.

Kesepuluh: Introspeksi diri

Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yang pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30). Maksudnya adalah karena sebab dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat.[13] Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.”[14]

Innallaha maashobirin..................... Semoga kiat-kiat ini semakin meneguhkan kita dalam menghadapi setiap cobaan dan ujian dari Allah Ta'ala

4. Memanjangkan silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang suka apabila Allah membentangluaskan rezeki baginya dan memanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahim” (H.R Bukhari)

Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah SAW bersabda, "Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR. Bukhari).

Dalam hadis lain dikisahkan pula, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyembungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya.
Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR. Bukhari Muslim).

Indahnya silaturahmi yang Rasulullah SAW ajarkan kepada umatnya, !سُبْحَانَ اللّهِ


Demikian disampaikan kembali, semoga bermanfaat, syukran !


Salam Maulidur Rasul :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيّدنا مُحَمَّدٍ


Note : Semoga kita termasuk dalam orang2 yang selalu bersabar dan beryukur. Åa♏iiN ya اَللّهُ♡ .

Source :

Ustadz Dadan Saefulloh

http://rumaysho.com/

http://abufawaz.wordpress.com


3 Hari Dalam Hidup Kita

Selalu ada 3 hari dalam Kita ...

Yang Pertama:
*...* -♥ HARI KEMARIN ♥-*...*
♡Kita tdk bisa mengubah apapun yang telah terjadi.
♡Kita tdk bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
♡Kita tdk mungkin lagi menghapus kesalahan,
dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin.
**Biarkan Hari kemarin lewat..
LEPASKAN saja....

Yang kedua:
*...* -♥ HARI ESOK ♥-*...*
♡Hingga mentari terbit esok hari,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi..
♡Kita belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari..
♡Kita tdk mungkin tahu.., sedih atau ceria di esok hari..
**Karena Esok hari belum tiba,
BIARKAN saja...

Yang tersisa kini hanyalah:
*...*-♥ HARI INI ♥-*...*
♡Pintu masa lalu telah tertutup..
♡Pintu masa depanpun belum tiba..
♡Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini.
♡Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini..,
Bila kita mampu melupakan hari kemarin..
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

♥ Hiduplah HARI INI...
Karena, masa lalu.. dan masa depan.. hanyalah permainan pikiran yang rumit.
♥ Hiduplah apa adanya...
karena yang ada hanyalah hari ini.
♥ Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati.. dan rasa hormat..,
meski mereka berlaku buruk pada kita..
♥ Sayangilah seseorang sepenuh hati hari ini.., karena mungkin besok cerita sudah berganti..
♥ ingatlah bahwa kita menunjukkan penghargaan pada orang lain.. bukan karena siapa mereka..., tetapi karena siapakah diri kita sendiri.
♥ Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekang..
atau masa depan membuat km bingung..
♥ Berterima kasihlah pada orang yang telah melukai hati,
karena dia telah membuat hati kita semakin kuat..
♥ Berterima kasilah pada orang yang telah membohongi,
karena dia membuat hidup kita semakin bijaksana..
♥ Berterima kasihlah pada orang yang telah membenci,
karena dia yang mengasah ketegaran kita..
♥ Dan berterima kasilah pada orang yang telah menyayangi kita, karena itulah
ANUGRAH TERINDAH.




Source : Anonim, mailist to mailist, BB to BB etc

Note : Jadilah pribadi yang baik dari hari ke hari

Februari 01, 2012

Antara Yogya - Solo.....?????





بِسْــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم

Dengan mengucap basmallah ....

Perjalananku antara Yogya - Solo (27 -29/01/2012)
telah mempertemukan “beliau” denganku, terimakasih Ya اللّه
semoga membuka jalan baik yang "beliau" ingin wujudkan
Ya اللّه yang Maha Pemurah ........
Sembuhkanlah dan pulihkanlah kembali kesehatannya
sehingga bisa kumengerti apa yang ada dalam benaknya
dan bisa kuterjemahkan dalam wujud nyata
Ya اللّه yang Maha Tahu....
berilah petunjuk padaku
karena semua itu menyisakan tanya dan sebungkah harap dalam dadaku

tanya 1 : apakah semua ini suatu hal yang nyata .....???
tanya 2 : apakah aku yang dipercaya untuk itu semua .....???
tanya 3 : apakah aku mampu melakukannya ..... ???

jika semua tanya itu terjawab "YA", sebungkah harap dalam dadaku akan terwujud,
Ya اللّه ... jika ini jalan terbaikku mudahkanlah !
jika ini bermanfaat untuk banyak orang lancarkanlah !
jika ini membuat hidupku bermanfaat wujudkanlah !
Ya اللّه... jika semua itu tidak untukku, segera tunjukkan agar aku berhenti berharap

Aku percaya, Engkaulah yang lebih tau diri ini
Engkaulah yang lebih tau niat ''beliau"
Jika niatan itu baik segerakanlah Ya اللّه
Ya اللّه , dengarlah doaku ini...
berilah aku kesempatan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain
Lepaskan aku dari rasa harap dan memaksa
kembalikan kesehatan "beliau' seperti sediakala
agar segala citanya terwujud atas ridhaMU

Ya اللّه ... aku tau Engkau senantiasa memberikan yang terbaik ...
Ya اللّه ... aku tau Engkau senantiasa mengabulkan setiap doa ...
Sebagaimana janjiMU :
,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah : 186)


Ya اللّه kabulkanlah doaku ini ........ Aamiin Ya Robbal Allamin


Source : by Me
Note : Ya اللّه mudahkanlah jalan ini jika baik dan bermanfaat !

Januari 19, 2012

SEPUCUK SURAT ..... !



Sepucuk Surat
dari Ibu dan Ayah .....


Anakku, .....
Ketika aku semakin tua,
aku berharap kamu memahami
dan memiliki kesabaran untukku

Suatu ketika aku
memecahkan piring atau
menumpahkan sup diatas meja,
karena penglihatanku berkurang
aku berharap kamu tidak memarahiku
Orang tua itu sensitif
.....selalu merasa bersalah saat kamu berteriak

Ketika pendengaranku semakin memburuk,
dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan
aku berharap kamu tidak memanggilku "Tuli !"
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menulisnya

Maaf, Anakku
..... Aku semakin tua

Ketika lututku mulai melemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk membantuku bangun
seperti bagaimana aku selalu
membantu kamu ketika masih kecil,
untuk belajar berjalan

Aku mohon, .....
jangan bosan denganku
ketika aku terus mengulangi apa yang kukatakan,
seperti sebuah kaset yang rusak,
aku harap kamu terus mendengarkan aku
tolong, jangan mengejekku atau bosan mendengarkanku

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil
dan kamu ingin balon ?
kamu mengulangi apa yang kamu mau
berulang-ulang sampai kamu mendapatkan
apa yang kamu inginkan

.....Maafkan juga bauku
tercium seperti orang yang sudah tua
aku mohon jangan memaksaku untuk mandi
tubuhku lemah .....
orang tua mudah sakit
karena mereka rentan terhadap dingin
aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu .....

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
aku selalu mengejar-ngejar kamu .....
karena kamu tidak ingin mandi

Aku harap kamu bisa bersabar denganku
ketika aku selalu rewel
ini semua bagian dari menjadi tua
kamu akan mengerti ketika kamu tua

Dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara
bahkan untuk beberapa menit
aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seseorangpun untuk diajak bicara

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan
bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku
aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
aku selalu mendengarkan apapun
yang kamu ceritakan tentang mainanmy

Ketika saatnya tiba .....
dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit
aku harap kamu memiliki
kesabaran untuk merawatku

MAAF.....
kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan
aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk merawatku selama beberapa saat terakhir
dalam hidupku

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama
ketika waktu kematianku datang
aku harap kamu memegang tanganku
dan memberikan kekuatan untuk
menghadapi kematian

Dan jangan khawatir.....
ketika aku bertemu dengan
Sang Pencipta .....
aku akan berbisik padaNYA
untuk selalu memberikan
BERKAH padamu
karena kamu mencintai,
Ibu dan Ayahmu .....

Terima kasih .....
atas segala perhatianmu, Nak .....
Kami mencintaimu
Dengan kasih sayang yang berlimpah,
IBU DAN AYAH


Source :
- Anonim
- dari bbm ke bbm (Indonesian Version)
- http://m.vuclip.com

Note : sayangi dan rawatlah Ibu dan Ayah selagi masih ada dan kamu harus bisa !!

Januari 18, 2012

AKHLAQ kepada ALLAH SWT




السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Menyambung tausiyahku minggu lalu, kali ini tausiyahku hari kemarin (Selasa, 17-01-2012) membahas mengenai : Akhlak Kepada Allah SWT yang berkaitan dengan Al-Birr dan disampaikan oleh : Ustadzah Sofie di Majelis Ta’lim Al_Ghifari IPB. (09.00 s/d 11.00 WIB):

بِسْــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم

Sering terjadi penyempitan makna akhlak seolah-olah hanya maslah pola interaksi dengan sesama manusia. Padahal akhlak yang asasi adalah bagaimana seseorang berakhlak kepada Allah SWT, perhatikan ayat berikut :

ليس البر أن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من آمن بالله واليوم الآخر والملآئكة والكتاب والنبيين وآتى المال على حبه ذوي القربى واليتامى والمساكين وابن السبيل والسآئلين وفي الرقاب وأقام الصلاة وآتى الزكاة والموفون بعهدهم إذا عاهدوا والصابرين في البأساء والضراء وحين البأس أولئك الذين صدقوا وأولئك هم المتقون

Yang artinya:
“ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah orang yang beriman kepada Allah SWT, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta dan untuk memerdekan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”(Q.S.Al-Baqarah 2:177)

Dari penjelasan teks ayat dalam surat Al-Baqarah tersebut, kita dapat memahami dengan jelas bahwa yang dinamakan kebajikan (al-birr) turut mencakup keimanan yang benar terhadap Allah SWT, mengerjakan perintah-Nya dan tentunya meninggalkan larangan-NYA serta berbuat kebajikan terhadap sesama makhluk Allah.
Dengan kata lain, seseorang yang berakhlak luhur adalah seorang yang mampu berakhlak baik terhadap Allah SWT dan sesamanya. Imam Ibnu Qayyim Rahimullah mengatakan :

"Keluhuran akhlak itu terbagi dua : Pertama. Akhlah yang baik kepada Allah SWT, yaitu meyakini bahwa segala amalan yang dikerjakan seseorang mesti (mengandung kekurangan/ketidaksempurnaan) sehingga membutuhkan udzur (dari-Nya) dan segala sesuatu berasal dari-Nya dan harus disyukuri. Dengan demikian, seseorang itu senantiasa bersyukur kepada-Nya dan meminta maaf kepada-Nya serta berjalan kepada-Nya dengan memperhatikan dan mengakui kekurangan diri dan amalan seseorang. Kedua. Akhlak yang terhadap sesama manusia, kuncinya terdapat dalam dua perkara yaitu, berbuat baik dan tidak menganggu sesama dalam bentuk perkataan dan perbuatan."

Karena akhlak kepada Allah SWT sesuatu yang sangat fatal, maka Dia lebih berharga daripada akhlak kepada sesama. Inilah hak Allah terhadap hamba-Nya yaitu akhlak yang lurus diantaranya adalah :
1. Mentauhidkan Allah SWT
Inilah hak Allah yang paling utama dari seorang hamba-Nya. Tidak dipersekutukan dengan sesuatu apapun, hanya Dialah yang berhak disembah dan diibadahi. Kemusyrikan adalah dosa besar sehingga disebut sebagai kedzaliman yang besar seperti yang terdapat pada ayat berikut :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لإنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Yang artinya :
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu dia memberikan pelajaran kepadanya :”wahai anakku!, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. (Q.S. Luqman 31:13)

Ketika seseorang musyrik maka dia tidak bisa diimbangi dengan kebaikan sebesar apapun. Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah Rahimullah mengatakan :
“Berbagai dosa (yang terdapat pada diri seseorang), namun masih dibarengi dengan tauhid yang benar itu lebih baik daripada tauhid yang rusak meskipun tidak dibarengi dengan berbagai dosa”.

Jangan dipahami bahwa beliau mengenyampingkan atau menganggap ringan perbuatan dosa dengan perkataan tersebut. Namun, beliau menerangkan bahwa perbaikan tauhid dengan menjauhi kesyirikan merupakan prioritas pertama yang harus diperhatikan oleh kita sebelum menjauhi berbagai bentuk dosa lain yang tingkatannya dibawah dosa syirik

2. Bertaubat dan beri’tirof
Kemestian seorang hamba dalam mentauhidkan Allah SWT seringkali berbenturan dengan kelemahan seorang hamba. Oleh karena itu bertaubat adalah akhlak kepada Allah yang sangat penting. Taubat adalah bentuk pengakuan manusia terhadap kekukarangannya dalam berakhlak kepada Allah sekaligus pengakuan terhadap kekuasaan Allah yang harusnya tidak diperlakukan demikian.

Hal inipun dipertegas dalam hadits ‘Aisyah Radhiallahu’anhu. Beliau bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah ! Ibnu Jud’an, dahulu di zaman jahiliyah, adalah seorang yang senantiasa menyambung tali silaturahim dan memberi makan orang miskin, apakah itu semua bermanfaat baginya kelak di akhirat ?

Nabi Shallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Hal itu tidak bermanfaat baginya karena dia tidak pernah sedikit pun mengucapkan, “Wahai Rabbku, ampunilah dosa-dosaku di kiamat kelak”.

Dari paparan diatas, terlihatlah bahwa artinya masih terlihat kesombongan dari diri seseorang.

3. Husnudzon kepada Allah SWT
Allah tidak pernah mendzolimi hambaNYa. Allah adalah segala kebaikan dengan kekayaan Rahman RahimNya. Tidak ada keburukan dan kekurangan atasNya. Maka berhusnudzon adalah kewajiban seorang hamba kepadaNya. Ketika seorang hamba berhusnudzon kepada segala kebaikan Allah SWT, maka akan mendorong untuk melakukan kebaikan. Imam Ibnu Tamiyah memaparkan :
“Telah nampak jelas perbedaan antara husnudzon dengan ghurur (tipuan). Adapun husnudzon, jika ia mengajak dan mendorong beramal, membantu dan membuat rindu padaNya, maka ia benar. Jika mengajak malas dan berkubang dengan maksiat, maka ia ghurur (tipuan). Husnudzon adalah raja’ (pengharapan). Siapa yang pengharapannya mendorongnya untuk taat dan menjauhkannya dari maksiat, maka ia pengharapan yang benar. Sedangkan yang kemalasannya adalah raja’ dan meremehkan perintahNya, maka ia tertipu." (Al-Jawab Al-Kaafi : 24)

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan :
“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jia ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari”. (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya seorang mukmin selalu berhusnudzon kepada Tuhannya lalu ia memperbagus amalnya. Dan sesusungguhnya seorang pendosa berprasangka buruk kepada Tuhannya sehingga ia berbuat yang buruk”. (Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Al-Zuhd, hal.402)
“Janganlah salah seorang dari kalian meninggal kecuali ia berhusnudzon kepada Allah SWT”. (HR.Muslim)

4. Ridho kepada Allah SWT
Ridho kepada Allah SWT adalah dengan menerima segala ketentuan Allah. Inilah bentuk kepasrahan dan keberserahan diri seorang hamba kepada Rabbnya. Penerimaan total menunjukkan pengakuan atas kekuasaan Allah atas diri kita. Allah SWT berfirman :


فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


Yang artinya :
“Maka demi Rabb-mu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS. An-Nisa’ 4:65)

Ridho dengan segala keputusanNya untuk kita baik yang ditetapkan dalam kitab Allah dan sunnahNya atau terhadap sesuatu yang menimpa diri kita. Ujian keridhoan adalah ketika seseorang menghadapi kesulitan dalam menjalankan syariat atau kepayahan dalam manjalani ujian dari Allah SWT.

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menurunkan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang ridho, maka dia (akan mendapatkan) keridhoan (Allah). Dan barangsiapa tidak ridho, maka dia (akan mendapatkan ) murka (Allah).” (HR. At-Tarmidzi)

5. Syukur
Bersyukur adalah bentuk berterimakasih kepada Allah SWT dengan segala Rahman RahimnYa memberikan segala nikmat kepada manusia. Bahkan di ayat-ayat ini, syukur sebagai ekspresi tauhid terhadap Allah dan menjadi lawan kemusyrikan :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Yang artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman ! makanlah diantara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya (QS. Al-Baqarah 2 : 172)


وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِين 65)
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ (66
Yang artinya :
“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapulah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang merugi (65). Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.(66)  QS.Az.Zumar 39:65-66

6. Berdo’a
Kelemahan seorang hamba tidak mungkin bisa memenuhi segala kebutuhan dan keinginannya. Sebaliknya pengakuan terhadap kekuasaan Allah akan merendahkan manusia dengan meminta dan memohon hanya kepada Allah. Berdoa bukan semata untuk meminta sesuatu, tapi lebih dari itu berdoa adalah ibadah untuk mengagungkan kekuasaanNya. Jika manusia merasa tidak memerlukan Allah maka sesungguhnya dia telah sombong dihadapan Allah SWT.
Ayat qur’aniyah berikut menunjukkan keutamaan seseorang yang memanjatkan do’a dan Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Yang artinya :
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".” (QS. Ghofir/ Al Mu’min. 40: 60)
Semakin merendah kita dihadapan Allah SWT maka semakin tinggilah pengkuan kita terhadap kekuasaan Allah SWT.

7. Mahabbah
Inilah akhlak mulia seorang hamba kepada Rabbnya. Mencintai Allah berarti menghibahkan diri untuk melakukan apa saja yang disukai olehNya. Berkorban adalah jalan dalam mencintaiNya. Ketika seorang mengorbankan nafsunya untuk mencegah kemurkaan Allah, maka dia akan berani melakukan apa saja, keinginannya, kemalasannya, kegembiraannya, syahwatnya, kebutuhannya, hartanya bahkan jiwanya, sebagaimana dipaparkan dalam salah satu ayat berikut :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (Q.S. Al –Maidah. 5 :54)


Demikian disampaikan kembali ulasan tausiyah yang saya hadiri kemarin pagi, untuk dalil-dalil Al-Qur’an agar dilihat kembali dalam Tafsir Al-Qur’an, semoga bisa diambil manfaatnya. Wallahua’lamu bishawababi.

وَ عَلَيْكُمْ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Source :Artikel Tausiyah Majelis Ta’lim Al-Ghifari IPB

Note : Berakhlak yang mulia kepada Allah SWT dan berbuat baiklah dengan ucapan dan perbuatan kepada sesama !!