Desember 22, 2009

HAPPY MOTHER'S DAY...................



Jihad Seorang Ibu...


Rasulullah SAW bersabda,
”Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di
medan jihad.” (HR Bukhari dan Muslim). Pada dasarnya, Islam telah memberikan
keistimewaan kepada para istri untuk tetap berada di rumahnya. Untuk mendapatkan
surga-Nya kelak, para istri cukup berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas.
Tetesan keringat mereka di dapur dinilai sama dengan darah mujahid di medan
perang.

Menjadi ibu rumah tangga kedengarannya memang sepele dan remeh, hanya
berkecimpung dengan urusan rumah dari A-Z, namun siapa sangka banyak sekali
kebaikan dan hikmah yang dapat diperoleh. Ibulah yang mengambil porsi terbesar
dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.

Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Di
tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia dini, dan berkat keuletan
dan ketulusan ibu jualah bermunculan generasi-generasi berkualitas dan
bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Dalam Islam, ini adalah tugas besar, namun sangat mulia dan akan
dipertanggungjawabkan di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ”Seorang
istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas
kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, kebanyakan wanita modern saat ini tidak menyukai aktivitas rumah
tangga. Mereka lebih bangga bekerja di luar rumah karena beranggapan tinggal di
rumah identik dengan ketidakmandirian dan ketidakberdayaan ekonomi. Maka,
jadilah peran ibu di rumah dianggap rendah, dan tidak sedikit ibu rumah tangga
yang malu-malu ketika ditanya apa pekerjaannya.

Meskipun seorang wanita tidak bekerja setelah lulus sarjana, ilmunya tidak akan
sia-sia, sebab ia akan menjadi ibu sekaligus pendidik bagi anak-anaknya.
Kebiasaan berpikir ilmiah yang ia dapatkan dari proses belajar di bangku kuliah
itulah yang akan membedakannya dalam mendidik anak. Seorang ibu memang harus
cerdas dan berkualitas, sebab kewajiban mengurus anak tidak sebatas memberi
makan.

Ia harus mampu merawat dan mendidik anak-anaknya dengan benar, penuh kasih
sayang, kesabaran, menempanya dengan nilai dan norma agama agar sang anak mampu
menghindar dari pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi yang merusak akal dan
akhlaknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu yang cerdas.


Note : be a great mother for your child............................

Source : by Aku Diriku

Desember 17, 2009

DOA AKHIR TAHUN & AWAL TAHUN HIJRIYAH 1431








Disunatkan membaca doa ini, baik sendirian atau berjamaah. Doa Akhir Tahun dibaca menjelang Maghrib, dan doa Awal Tahun dibaca setelah Maghrib tanggal 01 Muharrom (Syurro)

DOA AKHIR TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَّتِكَ ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ . وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ ، فَأَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .
Dengan menyebut asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.
Ya Alloh ! Apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu yang Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, padahal Engkau tidak meridloi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau bersikap lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada MU, maka sungguh aku mohon ampun kepada MU, ampunilah aku !
Dan apapun yang telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridloi dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada MU ya Alloh, Dzat Yang Maha Pemurah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan janganlah Engkau putus harapanku dari MU, wahai Dzat Yang Maha Pemurah!
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.

DOA AWAL TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصَحْابِهِ وَسَلَّمَ. آمين
Dengan menyebut asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau.
Ya Alloh ! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yang agung dan kedermawanan MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba : kami mohon kepada MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada MU dengan sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih!
Semoga Alloh selalu melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau. Semoga Alloh mengabulkan permohonan kami.


Note : Semoga limpahan berkah senantiasa Alloh limpahkan pada orang2 yang beriman dan selalu tawakal. Amiin

Source : me n mbakdloh.wordpress.com

September 20, 2009

Hari H, Idul Fitri 1430 H........

Alhamdulillah, finally hari "H" Idul Fitri datang juga, thanks my "GOD", Engkau masih berikan kesempatan pagi ini bertemu kembali dengan Idul Fitri tahun ini, semoga tahun depan kembali bertemu. Insya Alloh!


Note : momen terindah dalam kehidupan muslim, bersyukurlah...

September 19, 2009

Malam Jelang Idul Fitri 1430 H.......


Assalamu'alaikum wrwb.............


Ingatkah, Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah, karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri. "Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS:Al-Hasyr: 18)

Namun sangat disayangkan kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan urusan logistik menjelang Idul Fitr tersebut. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah dalam bulan mulia ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati dalam memaknai puasa yang kita jalani, karena konsentrasi pikiran kita telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan kesenangan merayakan Idul Fitri yang akan menjelang dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa seharusnya kita merasa bersedih akan berpisah dengan bulan mulia ini, Ramadhan................

Secara harfiah makna Idul Fitri berarti hari kembali ke fitrah. Namun kebanyakan orang memandang Idul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka dari penjara Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali, syahwat dan birahi diumbar sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Idul Fitri seharusnya menjadi hari di mana tekad baru dipancangkan untuk menjalankan peran khalifah dan abdi Alloh secara lebih profesional. Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus berada pada puncaknya saat Idul Fitri, dan bukan sebaliknya. Insya Alloh...........

Apa dan bagaimanapun setiap dari kita menyikapi dan memaknai Ramadhan dan Bulan kemenangan akan ada hitungannya masing-masing, karena ibadah puasa adalah ibadah personal yang tidak dapat dilihat kasat mata, hanya Allohlah Maha Melihat dan menghitung setiap amalan ibadah umatnya................
Kini, tak terasa Ramadhan yang kutapaki hilang sudah, sedih rasaku meninggalkannya ....meski bahagia menyeruak saat mulai terdengar
kumandang takbir ada dimana-mana tanda hari kemenangan menjelang, terutama gema takbir yang begitu jelas dari mushola dekat rumahku, ya besok Idul Fitri akan menyambut kita kembali, rasanya baru kemarin ramadhan baru kujalani, kini Idul Fitri sudah didepan mata lagi , haru rasa menyesak didada........dengan lirih kuikuti takbir yang menggema itu, ucap syukur, Alhamdulillah padaMU ya ALLOH karena ENGKAU masih berikan kesempatan padaku kembali bertemu Idul Fitri di tahun ini.. Subhanalloh...! semoga ENGKAU berikan kembali kesempatan padaku tuk bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun berikutnya, Insya Alloh..........

wassalam.................


Note: Syukurilah setiap menit dalam kehidupanmu, karena tidak akan kembali lagi


Source : disarikan kembali dari buku yg kubaca

Agustus 21, 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN..................



Marhaban yaa Ramadhan...
Marhaban yaa Ramadhan...

Sahabat-sahabat tercinta yang dimuliakan Allah
Alhamdulillah Ramadhan telah hadir
Bulan suci...
Bulan seribu bulan...
Bulan penuh berkah, rachmat dan ampunan Allah telah tiba kembali.
Ramadhan.... satu bulan dari dua belas bulan yang disediakan Allah,
Untuk menyusun kembali rangkaian hidup sebelas bulan yang telah lalu
Yang mungkin ada kehilafan yang kita perbuat.

Inilah suatu anugerah yang telah Allah berikan kepada hamba-hambanya,
untuk menyadari diri, bahwa Allah Maha Tahu, Allah Maha Bijaksana,
dan Pintu Allah terbuka lebar untuk memberi ampunan.

Sebelum ruangan ibadah menyibukkan kita
Sebelum jembatan karunia membentang menanti
Sebelum rumah berkah membuka pintu dan jendela
Sebelum malam-malam ampunan menyelimuti jiwa
Sebelum hari hari penuh Rahman dan Rahim mengisi kita lewati
Sambil menyapa Marhaban yaa Ramadhan
Mohon maaf dari kedalaman jiwa dan kerendahan hati
Mohon maaf yang bersih,
Dari kalimat-kalimat yang mungkin tak disuka,
Dari komentar yang mungkin tak berkenani,
Dari seloroh canda yang tak disengaja...
Mohon maaf semuanya dari ketulusan jiwa

Semoga dalam menyambut Bulan yang penuh Spesial ini
Kita memasuki dan menjalaninya dengan kesucian hati dan jiwa
Dan berhasil menjadi insan yang bertaqwa
Sehingga menjadi bekal sebelas bulan yang akan datang


Marhaban yaa Ramadhan...
Marhaban yaa Ramadhan...


Source : members of KATA-KATA HIKMAH

Note : jadikanlah ramadhan kali lebih penuh berkah...............

Juli 18, 2009

Menyambut Kelahiran Anak............


Assalamu’alaikum to All……………….

Buat teman/sahabat/kerabat yang akan menggenapkan separuh diennya atau baru saja menggenapkan separuh diennya dan kemudian segera memiliki keturunan, ada baiknya mempunyai pengetahuan mengenai menyambut kelahiran anak dalam tata cara islam, semoga tulisan ini bermanfaat

Untuk menyambut kelahiran anak kita di sunahkan untuk :

  1. Mengazani dan mengiqamati telinga bayi lahir.
    Hal ini merupakan pendidikan awal bagi dia begitu masuk ke dunia yang baru baginya. Karena bayi sebenarnya sudah bisa mendengar (begitu menurut ilmu kedokteran).
    Adalah wajar anak ini diazan dan diiqamatkan agar kalimah pertama yang didengarnya dan tembus ke gendang telinganya adalah kalimah seruan Yang Maha Agung. Kalimah yang mengandungi persaksian (syahadah) terhadap keesaan Allah dan persaksian terhadap kerasulan Muhamad bin Abdullah s.a.w
    Anak yang baru menghirup udara dunia ini telah diajarkan dengan aqidah dan syariat Islam, sebagaimana seseorang yang akan mati diajarkan dengan kalimah tauhid `La ilaha illallah’. Agar pengaruh azan ini dapat meresap ke dalam diri anak ini.
    Azan ini ialah untuk mengusir syaitan yang memang menanti-nanti kelahiran bayi ini.
    Azan dikumandangkan ke telinga bayi agar seruan dakwah kepada Allah dan agamanya dapat mendahului seruan jahat syaitan.
    Azan dan iqomah yang diperdengarkan akan dirakam oleh bayi berkenaan yang menjadi sebahagian dari pendidikan tauhid, syariat dan akhlak.

Azan di telinga kanannya. Iqomah di telinga kirinya.
Dalilnya ialah hadis Nabi s.a.w.:
Dari Abu Rafi’, katanya: Aku melihat Rasulullah s.a.w. mengumandangkan azan di telinga al-Hasan bin Ali ketika ibunya (Fatimah) melahirkannya. (HR Abu Daud & al-Tarmizi).

Dari al-Hasan bin Ali dari Rasulullah s.a.w., baginda bersabda: Barangsiapa yang anaknya baru dilahirkan, kemudian dia mengumandangkan azan ke telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya, maka anak yang baru lahir itu tidak akan terkena bahaya `ummu shibyan’.

`Ummu shibyan’ ialah angin yang dihembuskan kepada anak, jadi anak itu takut kepadanya. Ada juga yang berkata bahwa ia adalah `qarinah’, yaitu jin.

Antara sunnah yang perlu diamalkan terhadap bayi ialah `tahnik’, iaitu menggosok langit-langit bayi dengan kurma. Caranya: Kurma yang dikunyah diletakkan di atas jari, kemudian memasukkan jari berkenaan ke dalam mulut bayi. Gerak-geraknya ke kanan dan ke kiri dengan lembut hingga merata.

  1. Taknik
    Tahnik’,yaitu menggosok langit-langit bayi dengan kurma.
    Caranya: Kurma yang dikunyah diletakkan di atas jari, kemudian memasukkan jari berkenaan ke dalam mulut bayi. Gerak-geraknya ke kanan dan ke kiri dengan lembut hingga merata
    Jika sukar untuk memperoleh kurma, boleh diganti dengan manisan lain.
    Dan yang lebih utama, `tahnik’ ini hendaklah dilakukan oleh seseorang yang mempunyai sifat taqwa dan soleh. Ini adalah sebagai suatu penghormatan dan harapan agar anak ini juga akan menjadi seorang yang taqwa dan soleh.

    Hadis Rasulullah s.a.w. dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., katanya: Aku telah dikurniakan seorang anak. Lalu aku membawanya kepada Nabi s.a.w. dan baginda menamakannya dengan Ibrahim, men`tahnik’nya dengan kurma serta mendoakannya dengan keberkatan. Kemudia baginda s.a.w. menyerahkannya kembali kepadaku. (HR Bukhari & Muslim)
  2. Mencukur rambut dan bersedekah
    Antara sunnah menyambut kelahiran anak ialah mencukur kepada anak pada hari ketujuh kelahirannya.
    Kemudian bersedekah kepada orang-orang fakir dengan perak seberat timbangan rambutnya itu.

Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan perkara ini, antaranya ialah:
Dari Ja’far bin Muhamad dari ayahnya, dia berkata: Fatimah r.a. telah menimbang rambut kepala Hasan, Husin, Zainab dan Ummu Kalsom. Lalu dia menyedekahkan perak seberat timbangan rambut berkenaan. (HR Imam Malik)

Yahya bin Bakir meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. telah menyuruh agar dicukur kepala al-Hasan dan al-Husin pada hari ketujuh dari kelahiran mereka. Lalu dicukur kepala mereka, emdan baginda menyedekahkan perak seberat timbangan rambut berkenaan.

  1. Memberi Nama yang baik
    Antara sunnah menyambut kelahiran bayi ialah memberinya nama dengan nama-nama yang baik. Dari Abu Darda’ r.a., bersabda Rasulullah s.a.w.:
    Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kamu akan dipanggil dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapa kamu. Oleh itu, berilah nama yang baik untuk kamu. (HR Abu Daud)

Waktu memberi nama: Berdasarkan hadis-hadis Rasulullah s.a.w., ada yang menunjukkan pada hari pertama kelahirannya. Ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Sulaiman bin al-Mughirah dari Thabit dari Anas r.a., katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Malam tadi telah lahir seorang anakku. Kemudian aku menamakannya dengan Ibrahim.

Ada juga hadis yang menunjukan pada hari ketujuh berdasarkan riwayat Samirah, katanya Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dicukur kepalanya. (HR Ashabus Sunan)

Dapat disimpulkan dari hadis-hadis berkenaan bahwa Islam memberi kelonggaran terhadap tempo pemberian nama anak. Boleh pada hari pertama, boleh dilewatkan pada hari ketiga, dan boleh ada hari ketujuh.

  1. Aqiqah
    Hadis Rasulullah s.a.w.:
    Samirah, katanya Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dicukur kepalanya. (HR Ashabus Sunan)

Berdasarkan hadis di atas dan hadis-hadis lain bahwa aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran bayi. Namun begitu berdasarkan pendapat imam Malik bahwa penentuan hari ketujuh seperti yang dilihat pada zahir hadis hanyalah berbentuk anjuran sahaja. Oleh itu, seandainya tidak dapat dilakukan pada hari berkenaan, maka beraqiqah pada hari keempat, kelapan, kesepuluh atau hari berikutnya sudah memadai.

  1. Memberi Ucapan Selamat

Antara sunah menyambut kelahiran bayi ialah setiap muslim dianjurkan memberi ucap selamat dengan mendoakan kesejahteraan anak dan ibubapanya, serta turut bergembira.

Firman Allah Taala:
Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang dia sedang berdiri sembahyang di mihrab (katanya), "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya.. (3:39)

Ibnu Qaiyim al-Jauziyah menyebutkan di dalam Tuhfatul Maudud, dari Abu Bakar al-Munzir, bahwa dia berkata: Telah meriwayatkan kepada kami dari al-Hasan al-Basri bahwa seorang lelaki telah datang kepadanya, dan di sisinya ada seorang lelaki yang baru dianugerahi seorang anak kecil. Lelaki itu berkata kepada orang yang mempunyai anak itu:"Selamat bagimu atas kelahiran seorang penunggang kuda." Hasan al-Basri berkata kepada lelaki itu: "Apakah kamu tahu, apakah dia seorang penunggang kuda atau penunggang keldai?" Lelaki itu bertanya: "Jadi bagaimana cara kami mengucapkannya?" Hasan al-Basri menjawab: "Katakanlah, semoga kamu diberkati di dalam apa yang diberikan kepadamu. Semoga kamu bersyukur kepada yang memberi. Semoga kamu diberi rezeki dengan kebaikannya, dan semoga ia mencapai masa balighnya."

Wassalam

Source : http://www.geocities.com/cahayaislam99/anak/loi-mnyambut-klahirn.htm

Note : Baby from heaven.......................adalah amanah !


Juli 07, 2009

CONTRENG ......CAPRES dan CAWAPRES 2009 - 2014

Assalamu'alaikum to all....................,

Besok, Hari Rabu, 08 - 07 -2009, hari yang bersejarah bagi bangsa ini. Ya, satu hari yang menentukan bagi kelanjutan bangsa untuk lima tahun kedepan, besok setiap warga yg sudah berhak memilih akan menunaikan kewajibannya sebagai warga negara dengan menggunakan hak pilihnya.

Bagi yang sadar betapa beratnya memilih seorang pemimpin, akan sangat hati-hati dan selektif dengan pilihannya, namun sayangnya kondisi pemilihan di negeri ini tidak sesuai seperti yang masyarakat harapkan, seperti ilustrasi gambar diatas tiga pasangan Capres dan Cawapres seakan bersiap untuk lebih dulu merebut tampuk pimpinan tertinggi di negeri tercinta ini. Alhasil sreg ataupun tidak sreg kita tetap harus memilih satu diantara tiga pasangan Capres dan Cawapres tersebut, karenanya mulai besok pagi semua warga akan bergantian menuju TPS-TPS yang telah disediakan untuk kegiatan tersebut dan biasanya dengan didahului pemberitahuan lewat pengeras suara sperti dari mushola dekat tempatku tinggal oleh petugas keamanan yang akan mengingatkan kembali pada setiap warga setempat untuk tidak lupa memberikan hak pilihnya.

Sayang, hal itu tidak berlaku bagiku, mungkin sejak tahun 1994 aku sebagai warga negara tidak memberikan hak pilihnya setiap kali ada kesempatan, baik itu pemilihan Presiden, gubernur, walikota dan lainnya, selain dikarenakan statusku sebagai “kontraktor” alias berpindah tempat tinggal juga dikarenakan ketidak percayaan cara para pemimpin tersebut memimpin negeri tercinta ini, itu menurut pandangan dan pendapatku. Mula-mula hal tersebut sempat menimbulkan rasa bersalah pada diriku sebagai warga negara yang mempunyai tanggung jawab untuk mempergunakan hak pilihnya, hal ini pun terjadi pada pemilihan Capres dan Cawapres kali ini, lagi2 aku tidak mempergunakan hak pilihku.

Namun, lambat laun rasa bersalah itu membias sendiri seiring dengan waktu yang berjalan. Fenomena di kalangan birokrat dalam memperebutkan tampuk pimpinan yang tertinggi (Presiden, gubernur, mentri, bupati. Lurah, camat, caleg, dll) kadang sudah tidak lagi memakai akal sehat, cara apapun digasaknya, baik lewat partai maupun lewat jalur independen, pasti selalu menimbulkan reaksi, baik itu negatif maupun positif. Namun terlepas apapun reaksi yang timbul, bagiku yang tidak pernah tertarik pada politik di negri ini tidak ambil pusing dibuatnya, meskipun setiap hari ada saja berita mengenai hal tersebut.

Sangat ironis jika melihat fenomena diatas, sadarkah mereka (para calon pemimpin) bahwa berebut pimpinan = berebut amanah-amanah, Jika mereka sadar tentunya mereka tahu akan konsekuensi menjadi seorang pemimpin, khususnya pemimpin dalam perspektif agama Islam.
Dalam perspektif agama Islam, amanah memiliki makna dan kandungan yang luas, di mana seluruh makna dan kandungan tersebut bermuara pada satu pengertian bahwa setiap orang merasakan bahwa Allah SWT senantiasa menyertainya dalam setiap urusan yang diberikan kepadanya, dan setiap orang memahami dengan penuh keyakinan bahwa kelak ia akan dimintakan pertanggung jawaban atas urusan tersebut.

Dalam bahasa Arab, kata amanah dapat diartikan sebagai titipan, kewajiban, ketenangan, kepercayaan, kejujuran dan kesetiaan. Dari pengertian bahasa dan dari pemahaman tematik al-Qur’an dan hadits, amanah dapat difahami sebagai sikap mental yang di dalamnya terkandung unsur kepatuhan kepada hukum, tanggung jawab kepada tugas, kesetiaan kepada komitmen, keteguhan dalam memegang janji.

Subhanallah, Maha Suci Allah! yang telah mengatur segala hal yang dikerjakan oleh umatnya yang semuanya itu tertuang dalam Al-qur’an dan hadis2nya baik itu cara mengatur negara, keluarga, cara berperang (berpolitik) dll, dan betapa kita sebagai umatnya tinggal mengikutinya. Namun sayangnya, banyak dari para pemimpin kita yang bila telah terpilih lupa akan hal tersebut

Karenanya, tulisanku disini untuk mengingatkan kembali pengertian amanah, khususnya menyangkut para pemimpin kita dalam perspektif Islam :

Dalam Islam, amanah ada pada setiap orang. Setiap orang memiliki amanah sesuai dengan apa yang dibebani kepadanya. Rasulullah SAW bersabda :Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dalam memelihara harta tuannya dan ia akan ditanya pula tentang kepemimpinannya”. (HR Imam Bukhari)

Bagi seorang muslim, amanah adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah mengajarkan seorang muslim untuk saling mewasiati dan memohon bantuan kepada Allah SWT dalam menjaganya, bahkan ketika seseorang hendak bepergian sekalipun setiap saudaranya seharusnya mendoakannya : “Aku memohon kepada Allah SWT agar Ia terus menjaga agama engkau, amanah dan akhir amalan engkau”. (HR Imam Tirmidzi).

Yang menanggung amanah

Dalam Al-qur’an telah diatur dasar-dasar pemerintahan sebagaimana firmanNYA :
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu(seorang muslim) untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah member pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An Nisa : 58).

Untuk menentukan siapa orang yang berhak dan sanggup menerima suatu amanah, kita diberikan perdoman oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Orang tersebut haruslah kompeten. Rasulullah SAW bersabda :“Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya”. Sahabat bertanya, “ Bagaimana bentuk penyia-nyiaannya?”. Beliau bersabda, “Bila persoalan diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten, maka tunggulah kehancurannya” ”. (HR Bukhari dan Muslim).

Kompetensi ini hendaknya bersifat menyeluruh. Kompetensi ini bukan sekedar keahlian dibidang yang akan dibebani kepadanya, tapi juga mencakup kedekatannya dengan Allah dan baiknya sifat yang dimilikinya. Kompetensi inilah yang dipunyai oleh Nabi Yusuf AS, seorang Nabi yang sangat dekat kepada Allah, bersifat amanah, dan memiliki keahlian di bidangnya. Hal ini diabadikan dalam Al Quran :“Berikanlah aku jabatan dalam memelihara hasil bumi, sesungguhnya aku ini adalah orang yang amanah dan berilmu”. (QS Yusuf : 55).

Kompetensi menyeluruh inilah yang harus dikedepankan. Kita tidak boleh memilih pemimpin karena pertimbangan hawa nafsu dan kekerabatan (nepotisme). Jika hawa nafsu dan kekerabatan yang dikedepankan, maka kita telah melakukan sebuah pengkhianatan yang besar. Khianat kepada Allah, Rasul dan orang-orang beriman. Rasulullah SAW menegaskan :“Barang siapa mengangkat seseorang berdasarakan kesukuan atau fanatisme, sementara di sampingnya ada orang lain yang lebih disukai Allah dari padanya, maka ia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman”, (HR Imam Al-Hakim)

Menunaikan amanah

Indopos, Minggu, 23 Mar 2008 (Kurniawan Muhammad) : Dalam sebuah riwayat diceritakan, suatu ketika Imam Al Ghazali bercengkerama dengan murid-muridnya. Seperti biasa, di saat santai itu, dia kerap melontarkan pertanyaan, sambil menguji murid-muridnya.

“Apa yang paling berat di dunia ini?” tanya Al Ghazali.
Murid pertama: “Baja“.
Murid kedua: “Besi”
Murid ketiga: “Gajah”
Murid keempat: “Gunung”
Jawaban-jawaban ini membuat Al Ghazali tersenyum. “Semua jawaban itu benar, tapi kurang tepat.”
Kata Al Ghazali, yang paling berat di dunia ini adalah memegang AMANAH.

Dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan bahwa betapa beratnya tanggung jawab yang akan dipikul bagi seseorang yang diberikan amanah, tidak serta merta membuat orang tersebut boleh lari dari kewajiban menunaikan amanah. Jika amanah dipercayakan kepadanya karena kompetensinya, maka ia wajib menunaikannya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang-orang yang membutuhkannya, maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat.”(HR. Ahmad).

Orang yang diberikan amanah akan mendapatkan kebaikan yang banyak jika menunaikan amanah dengan baik, pun akan mendapatkan keburukan yang banyak jika amanah di khianati. Seorang mukmin menyadari hal ini, karenanya ia akan menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Karenanya Allah berfirman :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS Al Anfal : 27).

Pentingnya menunaikan amanah dalam Islam, hingga dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal, sahabat Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah tidak pernah berkhutbah untuk para sahabat kecuali beliau bersabda :“Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak pandai memeliharanya”.

Dengan menulis kembali ulasan diatas, tidak adalagi alasan bagiku untuk merasa bersalah karena seringkali tidak menggunakan hak pilihku dalam memilih calon Pemimpin apapun, justru akan lebih merasa bersalah jika aku menggunanakan hak pilihku dan ternyata salah, karena ternyata pemimpin terpilih tidak dapat dengan benar menunaikan AMANAHNYA.

Semoga tulisan yang disarikan kembali dari berbagai bacaan on-off line ini dapat berguna bagi semua pihak, khususnya bagi yang senang memperebutkan tampuk pimpinan di negri ini.

Wassalam

Note : - Jadilah pemimpin yang amanah, karena semua yang dikerjakannya akan dipertanggungjawabkan di pengadilan Alloh yang maha adil.
- Setiap orang bebas berpendapat dan menentukan hak pilihnya digunakan atau tidak, jadi sah-sah saja.

Juni 30, 2009

Jangan Khawatir

Assalamu'alaikum to All....^_^


Beberapa hari lalu, masuk millist from sahabat, isi tulisan itu sangat menyentuh dan menurut saya sangat bermanfaat sebagai bahan renungan dalam menjalani kehidupan ini, karenanya sangat bagus untuk saya sharing intisari dari tulisan tersebut, meskipun baru sempat saya tuliskan hari ini .........:

don't worry about tomorrow is to be unhappy today (anonym), awal dari tulisan ini, ....

Jangan khawatir! itu adalah filosofi hidup yang saya dapat dari cerita ini. Bukan sekadar kata-kata, bahwa "beliau" sungguh menjalankan filosofi itu dan nyatanya justru banyak membuat keringanan bagi perjalanan kehidupannya. Bagaimana bisa begitu? Mari, saya kutip sedikit cerita ini ..................

Sejak muda, "beliau" tersebut adalah orang yang optimis dan percaya diri. Boleh dibilang," beliau" adalah salah satu deretan pemimpi yang punya angan dan ingin besar untuk hidupnya. Paling tidak, itulah yang bisa saya baca dari kisah kehidupan "beliau".

Tapi sudah jelas bahwa hidup ini bukan sekadar angan dan ingin seseorang semata. Dalam jalan hidup "beliau" tersebut, selalu ingin yang meledak-ledak dab banyak juga bertemu dengan realita yang tidak diinginkan. Rencana-rencana "beliau" harus kandas dimakan kenyataan yang tidak bicara sama. Padahal rencana itu sudah dibuat sedemikian eloknya agar bisa berjalan dengan baik. Namun, hal-hal tak terduga, hal-hal di luar kendali, hal-hal yang rasanya sudah diantisipasi tapi tak urung lepas juga, ternyata membuat jalan harus berbelok atau menemui jalan buntu dan harus berhenti.

Dulunya, ketakutan akan hari esok, ketakutan akan kegagalan yang mengiringi rencana, membuat energi "beliau" terkuras habis. Bioritmik "beliau" menurun dengan drastis karena segala ketakutan dan jalan hidup yang tak seperti diangankan. Perjuangan untuk kembali sadar bahwa hidup sudah sempurna apa adanya membutuhkan waktu cukup lama bagi "beliau". Belajar dari situ, "beliau" mulai menerapkan filosofi “Jangan Khawatir”.

Di balik itu semua, "beliau" rupanya sudah berhasil mengendalikan hidupnya sendiri, bukan dengan mencapai semua yang diinginkan, tapi dengan filosofi simpel: "Jangan Khawatir". Tak perlu terlalu dalam memikirkan bagaimana hari esok akan membawa rencana-rencana kita. Yang paling penting adalah berusaha mewujudkannya, membendung energi untuk mendorongnya dengan berdoa, sisanya Yang Punya Kuasa yang akan berbicara. Begitulah kira-kira filosofi itu berkata.

Ada beberapa kisah dalam kehidupan "beliau" yang ternyata manjur menggunakan prinsip "Jangan Khawatir". Kebanyakan memang peristiwa itu berjalan di jalur rezeki. Satu peristiwa yang ditulisnya mengisahkan anak "beliau" yang baru saja lulus SMA dan hendak mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. Awalnya, pilihan anak "beliau" sangat terbuka lebar. Tapi ada satu kenyataan yang harus diterimanya, "beliau" terpaksa keluar dari pekerjaannya oleh suatu hal yang menyalahi policy kantor. Lalu anak "beliau" berfikir seribu kali untuk melanjukan kuliah. Jika tidak diterima di universitas negeri, maka akan banyak biaya yang harus ditanggung, sementara istri "beliau" hanyalah seorang PNS.

"Beliau" bilang, “Jangan khawatir", selalu ada jalan, fokuslah kamu di UMPTN (waktu itu masih UMPTN) saja. Jika memang itu rezekimu, pasti ada jalan”. Tapi, rezeki memang tidak bisa ditolak. Diantara ratusan ribu pendaftar UMPTN, anak "beliau" lolos dan berhasil dapat jatah satu bangku di Unair. Dan, 'beliau" pun tersenyum dan bersyukur, “Lihat, jangan khawatir", pasti ada jalan kemudahan”.

Selepas dari pekerjaan, "beliau" membuka usaha sendiri di bidang advertising outdoor. Kadang order bisa datang berbondong-bondong, kerap pula workshop tempat "beliau" bekerja melompong. Yang menakjubkan, usaha ini dipikirkan dan dijalankan oleh "beliau" sendiri, tanpa bantuan tenaga pemasaran. Jika pekerjaan sedang ramai, "beliau" langsung memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sempat tertunda. Namun, pernah juga pekerjaan sedang sangat sepi, tetapi ada tagihan bahan-bahan yang harus dibayarkan. 'Beliau" tak lagi pusing dengan semua itu, beliau biasanya berkata, “Jangan khawatir", pasti ada jalan dan rezeki”.

Benar saja, selang beberapa hari kemudian, tiba-tiba ada pengorder baru yang datang pada "beliau" untuk memesan papan reklame. Ketika ditanya darimana perngorder itu tahu tentang usaha "beliau", dijawab, “Kebetulan saya lewat depan workshop Bapak, saya tahu ini pasti bengkel reklame, makanya saya coba datangi.” Ah, keajaiban kecil datang pada kami. Yang lebih ajaib lagi, pengorder itu bersedia memberikan uang muka sejumlah tagihan bahan-bahan yang dialamatkan pada "beliau"! Dan ini bukan hanya sekali terjadi, tapi kerap kali ada pola demikian.

Kisah lainnya, "beliau" adalah salah satu orang yang tidak memiliki akun di bank. Serius! Sepanjang hidup "beliau", hanya akun istri "beliau" yang ada, itupun hasil tabungan sendiri dan tak seberapa. Sementara "beliau", lebih banyak memutar hasil yang didapatnya untuk kebutuhan hidup dan kebutuhan pekerjaan. Jika ada kepentingan tambahan dalam jumlah besar, yang dilakukan "beliau" adalah berusaha mendapatkan jalan ke sana dan berdoa! Dalam tiap doanya, "beliau" selalu meminta diberi rezeki yang cukup. Benar saja, doa itu terjawab. Rezeki yang diberikan kepada "beliau" memang cukup (alhamdulillah). Rezeki itu pun cukup untuk memenuhi kebutuhan tersier yang diinginkan dandibutuhkan serta tak berlebih yang membuat lupa diri. Tak punya akun di bank pun, banyak hal yang bisa dicapai "beliau". Tanpa mengurangi rasa sombongnya, "beliau" bilang, ” bahwa tabungan "beliau ada pada Gusti Alloh, jadi ndak perlu buka rekening di bank”. Duh, betapa penuh rasa syukur yang "beliau".

Tak punya uang seperserpun di dompetnya, jarang sekali membuat "beliau" khawatir. Tak tahu bagaimana keberhasilan pekerjaan harus dilakukan, tak membuat "beliau" terlalu risau. "Beliau" selalu yakin, selalu ada jalan untuk setiap keinginan dalam hidup. Banyak keajaiban dalam hidup yang justru diterima "beliau" dengan prinsip “Jangan khawatir”. Usaha tetap dilakukan, namun keputusan ya dan tidaknya, "beliau" berserah diri dan tak perlu khawatir! Itu justru membuat "beliau" makin ringan menjalani hidup, jika memang kenyataannya berkata iya, "beliau" bersyukur, jika kenyataan bilang tidak, berarti itu belum rezeki. Saya pikir, ini adalah sebuah titik tolak energi positif yang harus diamini dalam menjalani kehidupan.Untuk apa terlalu mengkhawatirkan hari esok yang kita belum tahu bagaimana kejadiannya. Nikmati saja hari ini, dari menit ke menit, dari jam ke jam, dengan usaha terbaik disertai doa yang tidak pernah lelah.

Terima kasih pada "beliau" untuk kisahnya. Ingin dan kenyataan, biar saja datang, karena “Jangan khawatir”, inilah hidup yang sempurna apa adanya.

"Kenapa harus takut pada matahari
Kepalkan tangan dan halau setiap panasnya
Kenapa harus takut pada malam hari
Nyalakan api dalam hati usir segala kelamnya"

Semoga kisah yang saya sarikan kembali ini memberikan contoh dan manfaat yang bisa diambil. Wassalam.................^_^


Source : by Me n thx to Lisa Febriyanti n ladangkata untuk inspirasi kisah ini


Note : Yakinlah, selalu ada jalan keluar dari kesulitan asal kita tidak putus asa dan terus berdoa. Alloh tidak tidur ....!

Mei 27, 2009

KEKUATAN DO'A

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Al-Mu'min : 60)



Masalah adalah bagian tak terpisahkan dari hidup. Biasanya kita akan berkeluh kesah dan berputus asa ketika terperangkap dalam masalah. Tak jarang, ketatnya himpitan masalah kehidupan yang begitu keras membuat kita gelap mata, misalnya dengan mengakhiri hidup atau melakukan tindakan kriminal. (Naudzu billah min dzalik.....!!), tetapi seringkali kita melupakan bahwa Alloh SWT selalu "membuka" telinga untuk mendengar semua keluh-kesah hambanya. Ya, itulah kita seringkali melupakan do’a.

Yakinlah akan kekuatan do’a, karena do’a adalah senjata yang dapat menguatkan kita kala mengahadapi segala cobaan hidup dan jika kita sadari bahwa kekuatan hidup itu adalah Ibadah, senjatanya adalah Do’a, bentengnya adalah Iman & Ikhlas serta keindahannya adalah Silaturrahim.

Do’a menjadi salah satu cara menenangkan hati dan pikiran, itulah manusia, yang seharus mengakui dengan segala kerendahan hati akan kelemahannya sebagai mahluk, maka senantiasalah mendekatkan diri pada Yang Maha Kuat, Alloh SWT.

Manusia yang selalu berharap dan berdo’a tentu saja sangat disukai oleh Alloh, karena Dia Maha Kaya. Kekayaan Alloh tidak terhingga, meliputi segenap alam semesta. Bahkan Alloh bisa saja membuat alam semesta dalam jumlah yang tak terhingga. Betapa kecilnya manusia, manusia yang paling kaya sekalipun, jumlah kekayaannya tak seberapa. Begitu pula manusia yang paling pintar sekalipun, kepintarannya tak seberapa. Manusia yang paling kuat juga, kekuatannya tak seberapa. Sebab manusia adalah mahluk, yang fana, bisa melemah, menyusut bahkan mati. Dengan demikian, do’a dan harapan yang paling tepat, bukan menjadi manusia yang paling kaya, bukan menjadi manusia yang paling pintar dan bukan menjadi manusia yang paling kuat, tetapi menjadi manusia yang paling dekat…, paling dekat dengan Alloh, Tuhan yang Maha Kaya, Tuhan yang Maha Pintar dan Tuhan yang Maha Kuat.
Setiap manusia pasti memiliki harapan dan keinginan yang begitu banyak, dimana makin jelas harapan itu seolah akan makin mudah mencapainya, oleh karena itu jangan putus dan lelah berdo’a, karena do’a artinya permintaan, do’a artinya pengharapan dan do’a artinya penguatan keinginan.

Namun do’a tidak dengan seketika dapat dikabulkan, sebagaimana kesuksesan ataupun keberhasilan seseorang harus ada upaya dan kerja keras, begitupun dengan do’a. Tingkat pencapaian do’a sangat tergantung pada kebaikan Yang Maha Pemberi, yaitu Alloh SWT, selain itu tergantung pada upaya kita sebagai hambanya, karena bagaimanapun Alloh tidak akan mengubah nasib hambanya jika hamba tersebut tidak ada upaya untuk mengubah nasibnya sendiri. Untuk itu, ada amalan tersendiri yang mendukung agar terkabulnya do’a, antara lain yang saya sarikan dari beberapa buku2 islami, yaitu :

1. Do'a akan dikabulkan, jika tidak tergesa-gesa, yang dimaksud dengan tergesa-gesa disini, bukanlah membaca do'a dengan cepat-cepat, tetapi sikap mengeluh karena merasa do'anya tidak dikabul, atau mendesak Alloh agar do'anya segera dikabulkan, Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda : Do 'a salah seorang di antara kalian akan diijabah selama tidak terburu-buru. Dia berkata aku sudah berdo 'a, tapi tidak diijab juga. (HR.Al-Bukhari)

2. Optimis do'a tersebut akan dikabul, Rasulullah Saw bersabda, Berdo 'alah kamu kepada Alloh dengan keyakinan akan diijabah. Ketahulah bahwa Alloh tidak akan mengijabah do'a dari hati yang lalai. (HR.At- Tirmidzi)

jika kita mengannggap bahwa do'a kita tidak mungkin dikabulkan oleh Alloh, karena merasa banyak dosa misalnya, maka pasti do'anya tersebut tidak akan dikabul. Dalam hadits berikut ini disebutkan:

Dari Abi Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah saw bahwa Alloh Azza wa Jalla berfirman : Aku tergantung sangkaan hamba, dan Aku bersamanya ketika ia berdzikir kepada-Ku. Jika ia mengingat Aku, maka Aku mengingatnya dalam Dzat-Ku. Jika mengingat-Ku dalam sekumpulan, maka Aku mengingatnya dalam kumpulan itu. Mere. lebih baik dari mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, aku mendekat kepadannya satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Jika, ia mendatangi Aku dengan jalan kaki, Aku datangi dia dengan berlari. (HR. Muslim)

Semakin kita mendekatkan diri kepada Alloh, maka Alloh akan lebih dekat kepada kita. Kedua hadits di atas, mengingatkan kita untuk selalu optimis bahwa suatu waktu do'a kita pasti akan dikabul oleh Alloh.

3. Rendah hati, semangat untuk dikabul, tidak dengan suara keras-keras

Berdo 'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Alloh) memperbaikinya dan berdo 'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Alloh amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS.AI-A 'raj: 55-56)

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS.AI-A 'raj: 205)

Dari Abi Musa ra berkata: Aku bersama Nabi saw dalam sebuah peperangan, Tidaklah kami mendaki sebuah bukit, dan tidak menaiki sebuah bukit, dan tidak menuruni lembah kecuali kami mengeraskan suara dengan takbir. Rasulullah saw lantas mendekati kami dan bersabda : Hai manusia peliharalah diri kamu, sesungguhnya kamu tidaklah berdo'a kepada yang tuli dan yang ghaib, tiada lain kamu berdo'a kepada Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Lantas beliau bersabda : Hai Abdullah bin Qais maukah aku ajarkan kepada kamu sebuah kalimat, dimana kalimat itu termasuk simpanan surga, Laa haula wa la quwwata illa billahi. (HR. AI-Bukhari)

Dari Ibnu Abbas ra memberitaukan bahwa mengeraskan suara dzikir ketika manusia selesai dari shalat wajib pernah dilakukan di zaman Nabi saw. Dan Ibnu Abbas berkata:

Sesungguhnya aku mengetahui ketika mereka selesai dari itu, dan aku mendengarnya. (HR.Al-Bukhari)

4. Beramal shaleh

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawabla, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo 'a apab. ia memohonkepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku d hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenart. (QS.Al-Baqarah : 186)

5. Berbakti kepada orang tua

6. Tidak makan minum yang haram

Dari Ibnu Abbas ra berkata: Aku membaca ayat ini. Kemudian Nabi saw bersabda : manusia makanlah oleh kalian dari apa-apa yang ada di bumi ini yang halal dan ba Kemudian Sa 'ad bin Abi Waqash berkata : Ya RasulAlloh do 'akanlah hamba agar menjadi, orang yang do 'anya dikabul. Nabi saw menjawab : Hai Sa 'ad apiklah kamu dalam makan, kamu akan menjadi menusia yang do 'anya dikabul. Demi diri Muhammad yang a pada kekuasan-Nya, sesungguhnya seseorang yang memasukkan sesuap makanan ya haram ke dalam mulutnya, maka tidak akan dikabul darinya selama 40 hari. Dan bara siapa yang tubuhnya tumbuh dari menipu dan riba, maka neraka yang paling pan! baginya. (HR.Ath-Thabrani- AI-Mu 'jamul Ausat VI:311)


Source : by Me n artikel warna-warni Islam

Note :
"Ya, Alloh, jadikanlah hambaMu ini termasuk manusia yang paling dekat dengan Engkau dan tidak lelah berdo'a". Amiin Allohma Amiin........

Mei 25, 2009

HAPPY BIRTHDAY MY SONS ..........!

(1)



Anak Lelakiku yang pertama, dia lahir tepat enam belas tahun (25-05-1993) yang lalu melalui proses yang lumayan panjang dan berat. Meski hanya tujuh bulan dalam rahimku karena kehamilanku itu mengalami kelainan pada tulang panggul yang menutupi jalan kelahirannya, namun meski begitu melelahkan dan menegangkan menanti saat-saat kelahirannya disertai ekspresi horor di wajah orang-orang tercinta yang menemani melewati proses kelahirannya, namun semuanya berakhir dengan tangis kebahagiaan, dengan melalui bedah Caesar yang bahkan rasa sakitnya masih hangat dalam ingatanku sampai sekarang. Alhamdulillah Ya Alloh, syukur yang tak terhingga kepadaMU..

Enam belas tahun telah lewat, dan bayi lelakiku dengan berat 3,25 kilogram itu, kini tumbuh menjadi remaja yang kadang membuatku sebel, kesel, sedih, tapi juga mengasyikan dan membahagiakanku, Dia lah anaku yang selalu menjadi support dalam setiap langkahku , anak yang menurutku , orang tuannya tentunya, dia ganteng, pinter, internet addict, dan sense of humornya lumayan tinggi . Dengannya, aku sebagai ibunya becanda ngawur dan gila, terkekeh-kekeh , bercerita atau mendongeng yang dia minta dan terguling-guling ketawa karena paling tidak tahan geli kalau digelitikin, ya itulah, aku dan dia dalam arti sesungguhnya.

Dalam banyak hal, dia itu mirip banget denganku. Mulai makanan kesukaan dan ada beberapa hal lain yang ada padaku juga ada pada dia. Yah meski kami telah banyak melewati banyak waktu dengannya dalam suka dan duka, aku sebagai ibunya terutama, hanya berharap yang tidak berlebihan darinya, yaitu : bisa menjalani kehidupan dengan penuh berkah dalam kemuliaan dan senantiasa dalam ridho Alloh serta selalu menjadi anak terbaik dimata Alloh, orang tuanya dan orang-orang disekitarnya. Amiin Allohuma Amiin.

Happy birthday, young man (May, 25, 1993). I love you !

Be a sun that brighten your life, family and other people around you.

Note : Rasa bahagia akan terasa apabila melihat orang lain bahagia, especially for you, Ezar!


(2)

Anak Lelakiku yang kedua, dia lahir tepat empat belas tahun (15-03-1995) yang lalu melalui proses yang lumayan panjang dan berat. Sama dengan kehamilan yang pertama dia hanya tujuh bulan dalam rahimku karena kehamilanku itu mengalami kelainan pada tulang panggul yang menutupi jalan kelahirannya, namun meski begitu melelahkan dan menegangkan menanti saat-saat kelahirannya disertai ekspresi horor di wajah orang-orang tercinta yang menemani melewati proses kelahirannya, namun semuanya berakhir dengan tangis kebahagiaan, dengan melalui bedah Caesar yang bahkan rasa sakitnya masih hangat dalam ingatanku sampai sekarang. Alhamdulillah Ya Alloh, syukur yang tak terhingga kepadaMU..

Empat belas tahun telah lewat, dan bayi lelakiku dengan berat yang sama dengan kakaknya yaitu 3,25 kilogram itu, kini tumbuh menjadi remaja yang kadang membuatku sebel, kesel, sedih, tapi juga mengasyikan dan membahagiakanku, Dia jugalah yang selalu menjadi support dalam setiap langkahku , anak yang menurutku , orang tuannya tentunya, dia ganteng, pendiam, pinter, internet addict, tapi sense of humornya berbeda jauh dengan kakaknya . Dengannya, aku sebagai ibunya tidak bisa becanda ngawur dan gila, terkekeh-kekeh , tapi aku harus tahu waktu yang tepat untuk berbicara dan bercanda denganya, bercerita atau mendongeng yang dia minta dilakukannya juga, meski sudah mulai remaja tapi dengannya aku paling suka memelukknya karena badannya yang gemuk dan sintal, he….he…, ya itulah, aku dan dia dalam arti sesungguhnya.

Dalam banyak hal, dia itu sedikit mirip denganku, terutama pada kerapihan dan kebersihannya, tapi soal makanan dia cukup merepotkan karena tidak banyak yang dia suka, makanan pokok kesukaannya hanyalah “tahu”, makanan yang cukup murah tentunya dan berbagai jenis minuman yang menyegarkan terutama “juice” , tapi hal itu tidak membuatku bersedih karenanya, justru memacu semangatku untuk terus berkreasi untuk memasak tahu kesukaannya, diluar itu ada beberapa hal lain yang ada padaku juga ada pada dia. Yah meski kami telah banyak melewati banyak waktu dengannya dalam suka dan duka, aku sebagai ibunya terutama hanya berharap yang tidak berlebihan darinya, yaitu : bisa menjalani kehidupan dengan penuh berkah dalam kemuliaan dan senantiasa dalam ridho Alloh serta selalu menjadi anak terbaik dimata Alloh, orang tuanya dan orang-orang disekitarnya. Amiin Allohuma Amiin.

Happy birthday, young man(March, 15, 1995). I love you !

Be a sun that brighten your life, family and other people around you.

Note : Rasa bahagia akan terasa apabila melihat orang lain bahagia, especially for you, Reza!