Januari 10, 2012

MEMAHAMI MAKNA "ALBIRRU" ......!!!


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Judul lengkap tausiyahku hari ini : Memahami “Albirru” dalam menangkal gerakan kristenisasi yang disampaikan oleh : Ustadz Khaerul Yunus, Majlis Ta’lim Al_Ghifari IPB. (09.00 s/d 11.00 WIB) :

بِسْــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S.Al-Baqarah 2:177)

Ayat diatas menjelaskan bahwa “Albirru = kebajikan” bukan saja akan diraih oleh orang yang ber-haji saja (Haji Mabrur yang diterima Allah SWT atau sebaliknya Haji Madrud yang ditolah oleh Allah SWT). Akan tetapi siapa saja termasuk kita dapat meraih
“Albirru = kebajikan” dengan 10(sepuluh) cirinya, yaitu :

1. Iman kepada Allah SWT, yang hanya akan diraih oleh orang-orang yang “suka ngaji” karena iman itu dibentuk dari sami’naa (aku dengar dan tahu) waatho’naa (dan mau melaksanakannya)  Q.S.Al-Baqarah 2:285. Dalam surat Alfatihah disebut “shiroto alladzina an’amta ‘alaihim = berilmu dan beramal. Bukan golongan almaghdluubl = berilmu tidak mau mengamalkannya, dan bukan pula golongan adldloollin = mau mengerjakan sesuatu tanpa ilmu.  Q.S. Al-Kahfi 18: 103-104
Oleh karena itu perlu diyakini , bahwa kekafiran sangatlah merugikan  Q.S. Ali-Imron 3:90-91
Wacana atau faham yang menyebutkan bahwa bahwa : Islam dan Kristen Ortodok Syria memiliki akidah yang sama Laa ilaaha Illallah juga (Said Aqiel Siradj, MA dalam buku Menuju Dialog Teologis Kristen Islam halaman 163 – 166), padalah terang benderang dalam pengantar buku tersebut disebutkan “Bismil Abi wal Ibni war Ruhil Quddusi Al-llaahuw Wahid, Amien = Atas nama Bapak, Anak, Ruh Kudus, Tuhan yang Satu. Amin”. Oleh karena itu, pendapat yang menyatakan bahwa Islam dan Kristen serta semua agama lainnya adalah sama, hal tersebut sangat bertolah belakan dengan Q.S.Al-Maidah 5: 72-73

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya:
72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
2. Iman kepada hari akhir, diantaranya ada 4(empat) pertanyaan yang akan diajukan, yaitu : (1). Umur habis digunakan untuk apa? (2). Fisik yang kuat jadi loyo dipakai apa? (3). Ilmu yang dipelajari dipakai untuk apa? (4). Harta kekayaan dari mana sumbernya dan digunakan untuk apa?.
Berbeda dengan faham sekuler (yang memisahkan urusan dunia dan akhirat) dan hedonisme (kepuasan dunia sesaat) yang merebak dinegeri kita saat ini, telah ditegaskan Allah SWT dalam  Q.S.Al-Insan 76: 1-22 dan Q.S.Al-Jatsiyah 45:23-24
3. Iman kepada Malaikat, antara lain meyakini Malaikan Roqib dan ‘Atid (pencatat amal baik dan amal buruk  Q.S.Qof 50:16-18
Iman kepada Malaikat Munkar dan Nakir yang akan bertanya didalam kubur tentang “Siapa Tuhanmu, Siapa Nabimu, Apa Kitabmu, Mana Kiblatmu, dan Malaikat yang melapor kepada Allah SWT tentang kebaikan dan keburukan serta “balasan dunia” setiap ba’da subuh  Q.S.Al-Isro 17:78
4. Iman kepada kitab-kitab terutama Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, apabila dijauhi Q.S.Alfurqon 25:30 “tidak bisa membacanya, tidak mengerti artinya, tidak mengamalkan hukumnya” akan dicoba ujian berupa kesulitan hidup didunia dan kegelatan (buta) diakhirat  Q.S.Thoha 20:124-127
5. Iman kepada Nabi-nabi terutama Nabi terkahir Muhammad SAW Q.S.Al-Ahzab 33:40 sebagai Uswah = suri tauladan percontohan, yang sunnahnya harus kita ikuti  Q.S. Al-Ahzab 33:21
6. Mengeluarkan harta yang dicintainya karena ukuran “Albirru = kebajikan” shodaqoh dengan harta yang kita cintai  Q.S. Ali-Imran 3:92 bukan harta yang tidak kita cintai  Q.S.An-Nahlu 16:62, kepada :
6.1. Kerabat dalam arti keluarga, kerabat dekat, tetanggan serta teman sejawat
6.2. Anak-anak yatim “fisik” ditinggal ayah, yatim piatu = ditinggal ayah dan ibu, yatim “non fisik’ karena tidak berilmu dan beradad (Iman Syafe’i). Rasulullah SAW bersabda bahwa “Jiwa akan tenang (obat stres) dan setiap doa dikabulkan Allah SWT bila menyantuni anak yatim dan memberi makan orang miskin’. “Sebaik-baik rumah adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan seburuk-buruk rumah adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang dihinakan”. “Kedudukan orang yang mau menyantuni anak yatim diakhirat nanti akan sangat dekat dengan Rasulullah SAW sedekat telunjuk dan jari tengah”. “Sesungguhnya setiap pintu ada kunci pembukanya , dan kunci pembuka surga adalah menyantuni anak yatim serta orang miskin”. Termasuk membuat lembaka pendidikan Islam yang murah dan berkualitas kalau perlu gratis dari jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TKA/TPA, SD sampai Perguruan Tinggi, dan harus mengharamkan anak muslim masuk pendidikan Non Muslim.
6.3. Musafir yang memerlukan pertolongan, yang kehabisan biaya diperjalanan.
6.4. Orang-orang miskin
6.5. Orang yang meminta-minta
6.6. Memerdekakan hamba sahaya, pada konteks kekinian seperti membebaskan dari perbudakan ekonomi, politik, kebodohan, keterbelakangan dll.
7. Mendirikan sholat. Ukuran islam atau bukan, salah satu diantaranya adalah sholat, bila meninggalkan sholat lima waktu dengan sengaja tanpa udzur syara dihukumkan sebagai orang kafir. Do’a Nabi Ibrahim AS agar diri dan keturunannya setia mengerjakan sholat  Q.S. Ibrohim 14:40-41 harus menjadi wirid bacaan rutin keluarga kita
Waspada !! Akan datang generasi buruk yang meninggalkan sholat Q.S. Al-Baqarah 2:256
Harus dipahami, tidak boleh memaksa pemeluk agama lain untuk memeluk agama Islam, namun umat Islam harus memaksa diri, keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan ketentuan agama Islam seperti menyuruh/mengajarkan anak sholat pada usia 7 tahun dan “memukulnya” bila usia 10 tahun meninggalkan sholah.
8. Menunaikan zakat, ternyata pengeluaran pada point 6 diatas bukanlah zakat akan tetapi shodaqoh dan infaq, karena bila orang tidak berzakat padahal mampu, dihukumkan sebagai orang musyrik yang menduakan Allah SWT dengan harta kekayaan  Q.S.Fushilat 41: 6-7
9. Menunaikan janjinya terhadap sesama manusia, janji dalam bentuk sumpah jabatan dan juga janji suami istri saat ijab qobul pernikahan, janji kepada Allah SWT dalam sholat “Iyyaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu” dan “inna sholati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi Robbil’aalamiin”
Disertakan pula :
.
Q.S. Al-Kaafirun ayat 1-6.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ )
وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya:
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."


Demikian disampaikan kembali ulasan tausiyah yang saya hadiri pagi tadi, untuk dalil-dalil Al-Qur’an yang lainnya agar dilihat kembali dalam Tafsir Al-Qur’an, semoga bisa diambil manfaatnya. Wallahua’lamu bishawababi.

وَ عَلَيْكُمْ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Source :Artikel Tausiyah Majlis Ta’lim Al-Ghifari IPB

Note : Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku !!

Tidak ada komentar: