April 17, 2010

DOA AGUNG TENTANG ANAK-ANAK KITA




Anakmu bukanlah anak anakmu, mereka adalah anak-anak kehidupan,

meskia ia terlahir lewat engkau tetapi bukan dari engkau...
Engkau sanggup memberikan rumah-rumah bagi tubuhnya tetapi tidak bagi JIWAnya,
karena jiwanya akan tinggal dihari esok yang tak kan dapat engkau kunjungi meskipun lewat mimpi...
Engkau adalah busur bagi anak panah yang merenggangkan dawai melesatkan anak panah itu menuju Tuhanmu...

Syair tersebut ditulis oleh maestro pujangga yang mungkin sudah tidak asing bagi sahabat semuai dan ia terinspirasi dari beberapa naasehat agung Rasulullah shalallaahu 'alahi wa sallam :

"SAYANGILAH anak-anak kalian, KASIHANILAH kelemahannya, TEPAITILAH JANJI yang kalian berikan kepadanya, sebab mereka beranggapan bahwa rezeqi mereka ada ditangan kalian"

"Tatakala kalian memandang wajah anak-anakmu dan engkau merasa SENANG, maka engkau akan mendapatkan pahala sebagaimana pala orang yang mebebaskan budak"

" Barangsiapa MENCIUM anaknya, Allah akan menulis satu kebaikan dalam buku catatan amalnya, dan barangsiapa tak menyayangi ia tak akan disayangi"

" Seringlah MENCIUM anak kalian, sebab dengan satu ciuman, kalaian akan menaiki satu peringkat di surga, sepengetahuanku orang yang tak pernah mencium anak-anaknya adalah penghuni neraka"

" Kasih sayang kepada anak merupakan kasih sayang kepada ayah dan ibu dan Allah menganugerahkan rahmat-Nya kepada seorang hamba yang amat menyukai anak-anaknya."


Ketika Rasulullah SAW mendengar istri seorang sahabat melahirkan dan mendapati dalam kondisi cacat, Rasulullah bersabda " Sesungguhnya anakmu akan menjadi wewangian di surga"

Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib ra berkata : "Muliakanlah keluargamu karena mereka sayapmu untuk menerbangkanmu, tempat asal untuk kepulanganmu dan tanganmu untuk mencapai keinginanmu."

Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib berkata : "Ahsinu fi aqibi ghairukum, tuhfazhu fi aqibikum, Berbuat baiklah kamu pada anak-anak orang lain, niscaya Tuhan melindungi anak-anak kamu."

Amirul mukminin Ali Bin Abi Thalib SERING terlihat MENCIUM putra-putrinya, hingga salah seorang putri kecilnya yang usai dicium bertanya kepada beliau,
"Ayah, engkau mencintaiku ?"
lalu Ali bin Abi Thalib menjawab " "Ya",
dan sang putri bertanya kembali " Ayah, aku mengira bahwa tidak ada yang Engkau cintai selain Allah",
Imam Ali kemudian menunduk dipeluknya sang putri dan di cium kembali kening putrinya sambil berkata
"Wahai putriku, kecintaan (mahabbahj) adalah khusus bagi Allah, sementara kasih sayang (syafaqah) adalah berhubungan dengan anak-anak"

Imam Ja'far ash Shiddiq (cucu Rasulullah) berkata : Kakeku Rasulullah SAW pernah bersabda :" Allah akan mencurahkan rahmat-Nya kepada seorang ayah yang membantu anaknya agar berprilaku baik kepadanya," Seseorang bertanya kepada beliau SAW, Bagaimana cara membantunya ?" Rasulullah menjawab, "Membantu pekerjaan yang dilaksanakanya sesuai dengan kemampuanya, tidak membebani sang anak dengan pekerjaan yang melebihi kemampuanya, tidak menindasnya, dan tidak bersikap buruk padanya "

Imama Ali Zaenal Abidin (cucu Rasulullah SAW) di larutnya malam sering bermunajat kepada Allah untuk mendo'akan putra-putranya, dan berikut adalah munajat beliau yang di dokumentasikan dalam kitab shahifah as sajaddiyah :

Ya Allah ...
karuniailah aku nikmat-Mu yang sebesar-besarnya dengan menyelamatkan anak-anakku,
menjadikan mereka orang-orang yang baik dan membuatku bahagia dengan kehadiran mereka...

Ya Allah ...
Panjangkanlah usia mereka
dan tambahkanlah batas ajal mereka,
peliharalah yang masih kecil diantara mereka,
berilah kekuatan pada yang lemah
dan kesehatan pada tubuh-tubuh mereka, agama mereka serta akhlak mereka
Hindarkanlah mereka dari segala penyakit dalam
jiwa dan anggota tubuh mereka serta dalam segala urusan mereka yang memerlukan perhatianku.
Lancarkanlah rizki mereka melalui tanganku...
dan jadikanlah mereka putra-putra yang selalu berbakti, bertakwa, sehat penglihatan dan pendengaranya, taat kepada-Mu, cinta dan ikhlas kepada wali-wali-Mu...
menentang dan membenci musuh-musush-Mu

Ya Allah...
kuatkanlah dengan mereka lenganku
sempurnakanlah kekuranganku
perkuatlah kedudukanku
perindahlah sebutanku dengan mereka...
jadikanlah mereka penggantiku di saat kepergianku
dan pembantuku dalam memenuhi kebutuhanku...
dan jadikanlah mereka itu selalu mencintaiku, menyantuniku, dekat denganku,
tetap berada dijalan lurus dan selalu taat kepadaku...

Dan janganlah Kau jadikan mereka pembangkang dan pendurhaka,
penentang dan penyeleweng
dan berilah aku pertolongan-Mu dalam memperhatikan mendidik
dan berbuat baik kepada mereka
dan anugerahilah aku selain mereka putra-putra lainya
lalu jadikanlah itu sebagai tambahan kebaikan bagiku
dan pendukung segala sesuatu yang telah kumohonkan dari-Mu

Dan lindungilah aku dan keturunanku dari godaan setan terkutuk,
sebab Engkau sesungguhnya telah menciptakan kami
dan menggariskan perintah dan larangan atas kami,
mengiming-iming kami dengan pahala bagi pelaksana perintah-Mu
dan mengancamkan kepada kami hukuman atas pelanggaran larangan-Mu

Dan telah kau jadikan bagi kami musuh (setan) yang selalu memperdaya kami
Kau beri dia kekuasaan atas kami dan tidak Kau beri kami atas kekuatan atasnya,
Kau biarkan ia mendiami jiwa kami dan
Kau alirkan ia dalam saluran-saluran darah kami.
tiada pernah ia lalai bila kami lalai, tiada pernah ia lupa bila kami lupa,
selalu menghasut kami agar merasa "aman" dari hukuman-MU,
dan menjadikan kami takut kepada sesuatu selain Engkau...
Bila kami meniatkan perbuatan keji
ia perkuat keberanian kami untuk melakukanya
tapi bila kami meniatkan suatu amal kebajikan
ia berusaha memperlemah tekad kami untuk mengerjakanya
ia selalu datang menawarkan segala pembangkit hawa nafsu
dan memasukkan kami dalam perangkap syubuhat.
Setiap kali menjanjikan sesuatu
ia pasti membohongi
setiap kali mengimingi sesuatu
ia pasti tak memenuhi
dan bila TAK Kau HINDARKAN tipu dayanya bagi kami, pasti ia kan menyesatkan kami
bila tak Kau cegah godaanya terhadap kami
pasti ia kan menggelincirkan kami


Ya Allah.....
patahkanlah kekuasaanya atas kami dengan kekuasaan-MU
sehingga KAU penjarakan dan KAU jauhkan ia dari kami
dengan banyaknya do'a-do'a yang kami tujukan pada-Mu,
agar dengan penjagaan-MU itu kami terbebas dari tipu dayanya

Ya Allah.....
penuhilah semua permohonanku,
mudahkanlah pelaksanaan segala keperluanku
jangan Kau tolak memenuhinya, sedangkan Engkau telah memberiku jaminan untuk itu,
dan jangan KAU tutup pintu-MU bagi doaku, sedangkan Engkau telah memerintahkanku mengetuknya...

Dan anugerahkanlah bagiku segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhiratku,
baik yang kuingat ataupun yang kulupa, yang kulahirkan ataupun yang kusembunyikan,
yang kuumumkan atau yang kurahasiakan

Dan dengan segalanya itu,
jadikanlah aku termasuk di antara orang-orang yang berbuat kebaikan karena permohonan yang kuajukan pada-Mu,
dan juga yang beroleh keberhasilan dengan memintanya dari-Mu
yang mendapatkan karunia dariMu karena bertawakal kepada-Mu
Yang terlindungi karena melindungkan diri dibawah naungan-Mu
Jadikanlah aku orang yang beroleh laba yang besar karena "berdagang" dengan-Mu,
Yang terjaga oleh keperkasaan-MU,
Yang dilimpahi rezekinya yang halal dari karunia-MU yang luas dengan kedermawanan dan kemurahan-MU.
Juga yang terpelihara kehormatan dirinya karena menghambakannya pada-MU.
Yang diselamatkan dari akibat kezaliman dengan keadilan-MU
Yang dijauhkan dari segala bala' dengan rahmat-MU
Yang dihindarkan dari kemiskinan dengan kekayaan-MU
Yang terpelihara dari dosa dan kesalahan karena bertakwa pada-MU
yang beroleh taufiq ke arah kebajikan dan kebenaran karena ketaatan kepada-Mu
Yang dengan kodrat-Mu terdinding dari perbuatan dosa
Yang meninggalkan segala pembangkangan terhadap-MU
dan yang berdiam dalam lindungan-MU

Ya Allah...
Berilah kami semuanya itu dengan taufik dan rahmat-MU
dan lindungilah kami dari siksa api neraka
Berilah kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat seperti yang kuminta dari MU
bagi diriku dan anak-anakku di dunia kini dan akherat nanti
Sesungguhnya Engkau Maha Dekat lagi Maha Memenuhi permohonan
Maha Mendengar lagi Maha Pemberi maghfirah
Maha Penyantun lagi Maha Penyayang...
dan limpahkanlah pada kami kebaikan dunia dan kebaikan akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka...


Note : Sayangi, hargai dan bimbing mereka dengan cinta kasih dan selalu dalam jalan Ridho dan hidayah Illahi, karena anak2 adalah Amanah dariNYA

Source : Me n inspired by Kata-kata Hikmah

Februari 27, 2010

BERSYUKUR..................



Aku harus selalu tersadar bahwa aku sangat beruntung,
beruntung masih bisa bernafas.........
beruntung masih dapat berjalan............
beruntung masih dapat berlari ................
beruntung masih bisa melihat...........
beruntung masih bisa mendengar...............
beruntung masih bisa berbicara..........
beruntung masih bisa makan dan minum tanpa pernah kekurangan......
beruntung memiliki keluarga yang mencintaiku.........
beruntung memiliki teman dan sahabat yang ada saat aku tertawa dan menangis.....
beruntung diberikan sehat dan sakit.........
beruntung masih bisa merasakan semua hal yang ada............
semua itu karena ENGKAU menyayangiku...........
yah....aku sangat beruntung..........beruntung sekali
karena diluar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung aku
tapi kenapa kesadaran itu semua sering terlupakan............
mungkin rasa bersyukurku masih terlalu jauh .......jauh....jauh sekali dari yang ENGKAU harapkan.
masih sering melupakan kasih sayangMU....
semoga kini aku selalu tersadar untuk terus menyempurnakan rasa syukurku.....
dan terus diberikan kemampuan berbagi rasa dan asa pada sesama. .......Insya Alloh...!!!
Terima kasih Gusti Alloh.............untuk semua kasih sayang dan nikmat yang ENGKAU berikan padaku.




Source : me n inspired by "Let Go"

Note : bersyukurlah selagi kita diberikan kesempatan OlehNYA.......

Januari 01, 2010

PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI - 2010



Tatkala lembaran kalender tinggal tersisa 1 lembar saja, dan angka-angka di dalamnya sudah berkepala dua, kebanyakan orang mulai sibuk mempersiapkan gegap gempita datangnya tahun baru masehi. Penjaja terompet bertebaran di pinggir-pinggir jalan. Toko-toko dan pusat perbelanjaan saling bersaing dengan membandrol diskon besar-besaran khusus tahun baru. Lalu, bagaimana islam memandang perayaan tahun baru ini?

Telah diketahui semua orang bahwa perayaan tahun baru masehi bukanlah kebudayaan islam. Bahkan kebudayaan ini berasal dari kebudayaan non muslim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada umatnya untuk, meninggalkan dan menjauhi perayaan-perayaan terutama yang berulang pada setiap tahunnya (’Ied) yang berasal dari non muslim. Dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, “Dua hari untuk apa ini ?” Mereka menjawab, “Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa Jahiliyyah.” Lantas beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Iedul Adha dan Iedul Fithri.” (HR. Abu Dawud)
Dan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka.” (Lihat ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarah hadits no. 3512)
Kemudian Allah juga mengisyaratkan hal yang sama. Allah Ta’ala menjelaskan ciri-ciri ‘Ibadur Rahman (hamba-hamba Allah yang beriman):
والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما
Artinya:
“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Qs. Al-Furqan: 72)
Sebagian ulama seperti Rabi’ bin Annas rahimahullah menafsirkan الزور (az zuur) pada ayat diatas dengan “hari-hari besar kaum musyrikin” (Lihat Mukhtashor Al Iqtidho‘)
Maka, sikap hamba-hamba Allah yang beriman terhadap perayaan orang-orang non muslim adalah tidak mengikutinya, namun berlalu saja dengan penuh kemuliaan sebagai seorang muslim. Maka juga termasuk bentuk merayakan seperti menghadiri, atau minimal hanya membeli terompet saja untuk merayakannya, hal ini bertentangan dengan ayat diatas dan patut diragukan keimanannya.
Islam Melarang Tabdzir
Dalam merayakan tahun baru, tentu ada biaya yang dikeluarkan. Bahkan, sampai-sampai ada yang menghabiskan uang 1 sampai 2 milyar hanya untuk mengadakan acara peringatan pergantian tahun!?! Padahal acara tersebut tidak memiliki manfaat yang begitu berarti, baik untuk kebutuhan duniawi apalagi kebutuhan ukhrowi. Maka acara seperti ini dalam syariat islam dinilai sebagai acara yang sia-sia saja. Sehingga menghamburkan banyak harta dalam acara seperti ini adalah termasuk menyia-nyiakan harta, atau disebut juga tabdzir, Allah melarang perbuatan tersebut dan mengecam pelakunya yang disebut mubadzir.
Allah Ta’ala berfirman:
إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين وكان الشيطان لربه كفورا
Artinya:
“Sesungguhnya para mubadzir (pemboros) itu adalah saudara-saudara dari setan. Dan setan itu adalah makhluk yang ingkar terhadap Rabb-nya.” (Qs. Al Isra: 27)
Allah Ta’ala tidak mencintai orang-orang yang memboroskan harta. Sedangkan uang yang digunakan untuk perayaan tahun baru adalah termasuk perkara membuang-buang harta. Maka seorang muslim yang baik tidak akan mau dengan mudah membuang-buang harta hanyanya untuk perayaan semacam ini yang sama sekali tidak akan menambah kemuliaannya di dunia maupun di akhirat.
Islam Melarang Bergadang Tanpa Manfaat
Pada malam tahun baru, kebanyakan orang akan menunda jam tidur mereka demi menunggu hingga pukul 12 malam, dimana terjadi pergantian tahun masehi. Mereka isi waktu tersebut dengan bersenang-senang, ngobrol, konvoi keliling kota, dan banyak hal yang tidak bermanfaat yang dilakukan. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci ngobrol-ngobrol atau kegiatan tak berguna lainnya yang dilakukan setelah selesai shalat isya. Jika tidak ada kepentingan, Rasulullah menganjurkan untuk langsung tidur, agar dapat bangun di malam hari untuk beribadah.
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kepada kami tercelanya mengobrol sesudah shalat ‘lsya.’” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)
Islam sebagai agama yang penuh rahmah, melarang umatnya untuk bergadang tanpa manfaat. ‏
Juga diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh mengobrol (pada malam hari) kecuali dua orang; Orang yang akan shalat atau musafir.” (HR. Ahmad)
Maka orang yang begadang, menghabiskan malamnya untuk menunggu dan menikmati tahun baru, telah melanggar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas. Dengan begadang, mereka melalaikan shalat malam, berdzikir pada Allah Ta’ala, di pagi hari pun kesiangan dan telat melaksanakan sholat shubuh. Sungguh, banyak sekali kerugian akibat dari mengikuti perayaan tahun baru ini.
Sedikit uraian diatas semoga dapat dijadikan sebagai renungan bagi kita untuk berpikir seribu kali sebelum mengikuti dan menghadiri acara perayaan tahun baru. Karena selain terdapat larangan untuk mengikutinya, juga terdapat kerugian yang besar akibat dari mengikutinya. Wallahu’alam.

Note : kehidupan yg telah terlewati hendaknya menjadi pelajaran yang lebih baik lagi di tahun berikutnya jika kita diberikan kesempatan olehNYA

Source : Ummu Sufyan & Abu Muhammad

Desember 22, 2009

HAPPY MOTHER'S DAY...................



Jihad Seorang Ibu...


Rasulullah SAW bersabda,
”Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di
medan jihad.” (HR Bukhari dan Muslim). Pada dasarnya, Islam telah memberikan
keistimewaan kepada para istri untuk tetap berada di rumahnya. Untuk mendapatkan
surga-Nya kelak, para istri cukup berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas.
Tetesan keringat mereka di dapur dinilai sama dengan darah mujahid di medan
perang.

Menjadi ibu rumah tangga kedengarannya memang sepele dan remeh, hanya
berkecimpung dengan urusan rumah dari A-Z, namun siapa sangka banyak sekali
kebaikan dan hikmah yang dapat diperoleh. Ibulah yang mengambil porsi terbesar
dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.

Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Di
tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia dini, dan berkat keuletan
dan ketulusan ibu jualah bermunculan generasi-generasi berkualitas dan
bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Dalam Islam, ini adalah tugas besar, namun sangat mulia dan akan
dipertanggungjawabkan di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ”Seorang
istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas
kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, kebanyakan wanita modern saat ini tidak menyukai aktivitas rumah
tangga. Mereka lebih bangga bekerja di luar rumah karena beranggapan tinggal di
rumah identik dengan ketidakmandirian dan ketidakberdayaan ekonomi. Maka,
jadilah peran ibu di rumah dianggap rendah, dan tidak sedikit ibu rumah tangga
yang malu-malu ketika ditanya apa pekerjaannya.

Meskipun seorang wanita tidak bekerja setelah lulus sarjana, ilmunya tidak akan
sia-sia, sebab ia akan menjadi ibu sekaligus pendidik bagi anak-anaknya.
Kebiasaan berpikir ilmiah yang ia dapatkan dari proses belajar di bangku kuliah
itulah yang akan membedakannya dalam mendidik anak. Seorang ibu memang harus
cerdas dan berkualitas, sebab kewajiban mengurus anak tidak sebatas memberi
makan.

Ia harus mampu merawat dan mendidik anak-anaknya dengan benar, penuh kasih
sayang, kesabaran, menempanya dengan nilai dan norma agama agar sang anak mampu
menghindar dari pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi yang merusak akal dan
akhlaknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu yang cerdas.


Note : be a great mother for your child............................

Source : by Aku Diriku

Desember 17, 2009

DOA AKHIR TAHUN & AWAL TAHUN HIJRIYAH 1431








Disunatkan membaca doa ini, baik sendirian atau berjamaah. Doa Akhir Tahun dibaca menjelang Maghrib, dan doa Awal Tahun dibaca setelah Maghrib tanggal 01 Muharrom (Syurro)

DOA AKHIR TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَّتِكَ ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ . وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ ، فَأَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .
Dengan menyebut asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.
Ya Alloh ! Apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu yang Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, padahal Engkau tidak meridloi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau bersikap lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada MU, maka sungguh aku mohon ampun kepada MU, ampunilah aku !
Dan apapun yang telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridloi dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada MU ya Alloh, Dzat Yang Maha Pemurah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan janganlah Engkau putus harapanku dari MU, wahai Dzat Yang Maha Pemurah!
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.

DOA AWAL TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصَحْابِهِ وَسَلَّمَ. آمين
Dengan menyebut asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau.
Ya Alloh ! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yang agung dan kedermawanan MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba : kami mohon kepada MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada MU dengan sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih!
Semoga Alloh selalu melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau. Semoga Alloh mengabulkan permohonan kami.


Note : Semoga limpahan berkah senantiasa Alloh limpahkan pada orang2 yang beriman dan selalu tawakal. Amiin

Source : me n mbakdloh.wordpress.com

September 20, 2009

Hari H, Idul Fitri 1430 H........

Alhamdulillah, finally hari "H" Idul Fitri datang juga, thanks my "GOD", Engkau masih berikan kesempatan pagi ini bertemu kembali dengan Idul Fitri tahun ini, semoga tahun depan kembali bertemu. Insya Alloh!


Note : momen terindah dalam kehidupan muslim, bersyukurlah...

September 19, 2009

Malam Jelang Idul Fitri 1430 H.......


Assalamu'alaikum wrwb.............


Ingatkah, Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah, karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri. "Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS:Al-Hasyr: 18)

Namun sangat disayangkan kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan urusan logistik menjelang Idul Fitr tersebut. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah dalam bulan mulia ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati dalam memaknai puasa yang kita jalani, karena konsentrasi pikiran kita telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan kesenangan merayakan Idul Fitri yang akan menjelang dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa seharusnya kita merasa bersedih akan berpisah dengan bulan mulia ini, Ramadhan................

Secara harfiah makna Idul Fitri berarti hari kembali ke fitrah. Namun kebanyakan orang memandang Idul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka dari penjara Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali, syahwat dan birahi diumbar sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Idul Fitri seharusnya menjadi hari di mana tekad baru dipancangkan untuk menjalankan peran khalifah dan abdi Alloh secara lebih profesional. Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus berada pada puncaknya saat Idul Fitri, dan bukan sebaliknya. Insya Alloh...........

Apa dan bagaimanapun setiap dari kita menyikapi dan memaknai Ramadhan dan Bulan kemenangan akan ada hitungannya masing-masing, karena ibadah puasa adalah ibadah personal yang tidak dapat dilihat kasat mata, hanya Allohlah Maha Melihat dan menghitung setiap amalan ibadah umatnya................
Kini, tak terasa Ramadhan yang kutapaki hilang sudah, sedih rasaku meninggalkannya ....meski bahagia menyeruak saat mulai terdengar
kumandang takbir ada dimana-mana tanda hari kemenangan menjelang, terutama gema takbir yang begitu jelas dari mushola dekat rumahku, ya besok Idul Fitri akan menyambut kita kembali, rasanya baru kemarin ramadhan baru kujalani, kini Idul Fitri sudah didepan mata lagi , haru rasa menyesak didada........dengan lirih kuikuti takbir yang menggema itu, ucap syukur, Alhamdulillah padaMU ya ALLOH karena ENGKAU masih berikan kesempatan padaku kembali bertemu Idul Fitri di tahun ini.. Subhanalloh...! semoga ENGKAU berikan kembali kesempatan padaku tuk bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun berikutnya, Insya Alloh..........

wassalam.................


Note: Syukurilah setiap menit dalam kehidupanmu, karena tidak akan kembali lagi


Source : disarikan kembali dari buku yg kubaca

Agustus 21, 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN..................



Marhaban yaa Ramadhan...
Marhaban yaa Ramadhan...

Sahabat-sahabat tercinta yang dimuliakan Allah
Alhamdulillah Ramadhan telah hadir
Bulan suci...
Bulan seribu bulan...
Bulan penuh berkah, rachmat dan ampunan Allah telah tiba kembali.
Ramadhan.... satu bulan dari dua belas bulan yang disediakan Allah,
Untuk menyusun kembali rangkaian hidup sebelas bulan yang telah lalu
Yang mungkin ada kehilafan yang kita perbuat.

Inilah suatu anugerah yang telah Allah berikan kepada hamba-hambanya,
untuk menyadari diri, bahwa Allah Maha Tahu, Allah Maha Bijaksana,
dan Pintu Allah terbuka lebar untuk memberi ampunan.

Sebelum ruangan ibadah menyibukkan kita
Sebelum jembatan karunia membentang menanti
Sebelum rumah berkah membuka pintu dan jendela
Sebelum malam-malam ampunan menyelimuti jiwa
Sebelum hari hari penuh Rahman dan Rahim mengisi kita lewati
Sambil menyapa Marhaban yaa Ramadhan
Mohon maaf dari kedalaman jiwa dan kerendahan hati
Mohon maaf yang bersih,
Dari kalimat-kalimat yang mungkin tak disuka,
Dari komentar yang mungkin tak berkenani,
Dari seloroh canda yang tak disengaja...
Mohon maaf semuanya dari ketulusan jiwa

Semoga dalam menyambut Bulan yang penuh Spesial ini
Kita memasuki dan menjalaninya dengan kesucian hati dan jiwa
Dan berhasil menjadi insan yang bertaqwa
Sehingga menjadi bekal sebelas bulan yang akan datang


Marhaban yaa Ramadhan...
Marhaban yaa Ramadhan...


Source : members of KATA-KATA HIKMAH

Note : jadikanlah ramadhan kali lebih penuh berkah...............

Juli 18, 2009

Menyambut Kelahiran Anak............


Assalamu’alaikum to All……………….

Buat teman/sahabat/kerabat yang akan menggenapkan separuh diennya atau baru saja menggenapkan separuh diennya dan kemudian segera memiliki keturunan, ada baiknya mempunyai pengetahuan mengenai menyambut kelahiran anak dalam tata cara islam, semoga tulisan ini bermanfaat

Untuk menyambut kelahiran anak kita di sunahkan untuk :

  1. Mengazani dan mengiqamati telinga bayi lahir.
    Hal ini merupakan pendidikan awal bagi dia begitu masuk ke dunia yang baru baginya. Karena bayi sebenarnya sudah bisa mendengar (begitu menurut ilmu kedokteran).
    Adalah wajar anak ini diazan dan diiqamatkan agar kalimah pertama yang didengarnya dan tembus ke gendang telinganya adalah kalimah seruan Yang Maha Agung. Kalimah yang mengandungi persaksian (syahadah) terhadap keesaan Allah dan persaksian terhadap kerasulan Muhamad bin Abdullah s.a.w
    Anak yang baru menghirup udara dunia ini telah diajarkan dengan aqidah dan syariat Islam, sebagaimana seseorang yang akan mati diajarkan dengan kalimah tauhid `La ilaha illallah’. Agar pengaruh azan ini dapat meresap ke dalam diri anak ini.
    Azan ini ialah untuk mengusir syaitan yang memang menanti-nanti kelahiran bayi ini.
    Azan dikumandangkan ke telinga bayi agar seruan dakwah kepada Allah dan agamanya dapat mendahului seruan jahat syaitan.
    Azan dan iqomah yang diperdengarkan akan dirakam oleh bayi berkenaan yang menjadi sebahagian dari pendidikan tauhid, syariat dan akhlak.

Azan di telinga kanannya. Iqomah di telinga kirinya.
Dalilnya ialah hadis Nabi s.a.w.:
Dari Abu Rafi’, katanya: Aku melihat Rasulullah s.a.w. mengumandangkan azan di telinga al-Hasan bin Ali ketika ibunya (Fatimah) melahirkannya. (HR Abu Daud & al-Tarmizi).

Dari al-Hasan bin Ali dari Rasulullah s.a.w., baginda bersabda: Barangsiapa yang anaknya baru dilahirkan, kemudian dia mengumandangkan azan ke telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya, maka anak yang baru lahir itu tidak akan terkena bahaya `ummu shibyan’.

`Ummu shibyan’ ialah angin yang dihembuskan kepada anak, jadi anak itu takut kepadanya. Ada juga yang berkata bahwa ia adalah `qarinah’, yaitu jin.

Antara sunnah yang perlu diamalkan terhadap bayi ialah `tahnik’, iaitu menggosok langit-langit bayi dengan kurma. Caranya: Kurma yang dikunyah diletakkan di atas jari, kemudian memasukkan jari berkenaan ke dalam mulut bayi. Gerak-geraknya ke kanan dan ke kiri dengan lembut hingga merata.

  1. Taknik
    Tahnik’,yaitu menggosok langit-langit bayi dengan kurma.
    Caranya: Kurma yang dikunyah diletakkan di atas jari, kemudian memasukkan jari berkenaan ke dalam mulut bayi. Gerak-geraknya ke kanan dan ke kiri dengan lembut hingga merata
    Jika sukar untuk memperoleh kurma, boleh diganti dengan manisan lain.
    Dan yang lebih utama, `tahnik’ ini hendaklah dilakukan oleh seseorang yang mempunyai sifat taqwa dan soleh. Ini adalah sebagai suatu penghormatan dan harapan agar anak ini juga akan menjadi seorang yang taqwa dan soleh.

    Hadis Rasulullah s.a.w. dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., katanya: Aku telah dikurniakan seorang anak. Lalu aku membawanya kepada Nabi s.a.w. dan baginda menamakannya dengan Ibrahim, men`tahnik’nya dengan kurma serta mendoakannya dengan keberkatan. Kemudia baginda s.a.w. menyerahkannya kembali kepadaku. (HR Bukhari & Muslim)
  2. Mencukur rambut dan bersedekah
    Antara sunnah menyambut kelahiran anak ialah mencukur kepada anak pada hari ketujuh kelahirannya.
    Kemudian bersedekah kepada orang-orang fakir dengan perak seberat timbangan rambutnya itu.

Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan perkara ini, antaranya ialah:
Dari Ja’far bin Muhamad dari ayahnya, dia berkata: Fatimah r.a. telah menimbang rambut kepala Hasan, Husin, Zainab dan Ummu Kalsom. Lalu dia menyedekahkan perak seberat timbangan rambut berkenaan. (HR Imam Malik)

Yahya bin Bakir meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. telah menyuruh agar dicukur kepala al-Hasan dan al-Husin pada hari ketujuh dari kelahiran mereka. Lalu dicukur kepala mereka, emdan baginda menyedekahkan perak seberat timbangan rambut berkenaan.

  1. Memberi Nama yang baik
    Antara sunnah menyambut kelahiran bayi ialah memberinya nama dengan nama-nama yang baik. Dari Abu Darda’ r.a., bersabda Rasulullah s.a.w.:
    Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kamu akan dipanggil dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapa kamu. Oleh itu, berilah nama yang baik untuk kamu. (HR Abu Daud)

Waktu memberi nama: Berdasarkan hadis-hadis Rasulullah s.a.w., ada yang menunjukkan pada hari pertama kelahirannya. Ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Sulaiman bin al-Mughirah dari Thabit dari Anas r.a., katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Malam tadi telah lahir seorang anakku. Kemudian aku menamakannya dengan Ibrahim.

Ada juga hadis yang menunjukan pada hari ketujuh berdasarkan riwayat Samirah, katanya Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dicukur kepalanya. (HR Ashabus Sunan)

Dapat disimpulkan dari hadis-hadis berkenaan bahwa Islam memberi kelonggaran terhadap tempo pemberian nama anak. Boleh pada hari pertama, boleh dilewatkan pada hari ketiga, dan boleh ada hari ketujuh.

  1. Aqiqah
    Hadis Rasulullah s.a.w.:
    Samirah, katanya Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dicukur kepalanya. (HR Ashabus Sunan)

Berdasarkan hadis di atas dan hadis-hadis lain bahwa aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran bayi. Namun begitu berdasarkan pendapat imam Malik bahwa penentuan hari ketujuh seperti yang dilihat pada zahir hadis hanyalah berbentuk anjuran sahaja. Oleh itu, seandainya tidak dapat dilakukan pada hari berkenaan, maka beraqiqah pada hari keempat, kelapan, kesepuluh atau hari berikutnya sudah memadai.

  1. Memberi Ucapan Selamat

Antara sunah menyambut kelahiran bayi ialah setiap muslim dianjurkan memberi ucap selamat dengan mendoakan kesejahteraan anak dan ibubapanya, serta turut bergembira.

Firman Allah Taala:
Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang dia sedang berdiri sembahyang di mihrab (katanya), "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya.. (3:39)

Ibnu Qaiyim al-Jauziyah menyebutkan di dalam Tuhfatul Maudud, dari Abu Bakar al-Munzir, bahwa dia berkata: Telah meriwayatkan kepada kami dari al-Hasan al-Basri bahwa seorang lelaki telah datang kepadanya, dan di sisinya ada seorang lelaki yang baru dianugerahi seorang anak kecil. Lelaki itu berkata kepada orang yang mempunyai anak itu:"Selamat bagimu atas kelahiran seorang penunggang kuda." Hasan al-Basri berkata kepada lelaki itu: "Apakah kamu tahu, apakah dia seorang penunggang kuda atau penunggang keldai?" Lelaki itu bertanya: "Jadi bagaimana cara kami mengucapkannya?" Hasan al-Basri menjawab: "Katakanlah, semoga kamu diberkati di dalam apa yang diberikan kepadamu. Semoga kamu bersyukur kepada yang memberi. Semoga kamu diberi rezeki dengan kebaikannya, dan semoga ia mencapai masa balighnya."

Wassalam

Source : http://www.geocities.com/cahayaislam99/anak/loi-mnyambut-klahirn.htm

Note : Baby from heaven.......................adalah amanah !


Juli 07, 2009

CONTRENG ......CAPRES dan CAWAPRES 2009 - 2014

Assalamu'alaikum to all....................,

Besok, Hari Rabu, 08 - 07 -2009, hari yang bersejarah bagi bangsa ini. Ya, satu hari yang menentukan bagi kelanjutan bangsa untuk lima tahun kedepan, besok setiap warga yg sudah berhak memilih akan menunaikan kewajibannya sebagai warga negara dengan menggunakan hak pilihnya.

Bagi yang sadar betapa beratnya memilih seorang pemimpin, akan sangat hati-hati dan selektif dengan pilihannya, namun sayangnya kondisi pemilihan di negeri ini tidak sesuai seperti yang masyarakat harapkan, seperti ilustrasi gambar diatas tiga pasangan Capres dan Cawapres seakan bersiap untuk lebih dulu merebut tampuk pimpinan tertinggi di negeri tercinta ini. Alhasil sreg ataupun tidak sreg kita tetap harus memilih satu diantara tiga pasangan Capres dan Cawapres tersebut, karenanya mulai besok pagi semua warga akan bergantian menuju TPS-TPS yang telah disediakan untuk kegiatan tersebut dan biasanya dengan didahului pemberitahuan lewat pengeras suara sperti dari mushola dekat tempatku tinggal oleh petugas keamanan yang akan mengingatkan kembali pada setiap warga setempat untuk tidak lupa memberikan hak pilihnya.

Sayang, hal itu tidak berlaku bagiku, mungkin sejak tahun 1994 aku sebagai warga negara tidak memberikan hak pilihnya setiap kali ada kesempatan, baik itu pemilihan Presiden, gubernur, walikota dan lainnya, selain dikarenakan statusku sebagai “kontraktor” alias berpindah tempat tinggal juga dikarenakan ketidak percayaan cara para pemimpin tersebut memimpin negeri tercinta ini, itu menurut pandangan dan pendapatku. Mula-mula hal tersebut sempat menimbulkan rasa bersalah pada diriku sebagai warga negara yang mempunyai tanggung jawab untuk mempergunakan hak pilihnya, hal ini pun terjadi pada pemilihan Capres dan Cawapres kali ini, lagi2 aku tidak mempergunakan hak pilihku.

Namun, lambat laun rasa bersalah itu membias sendiri seiring dengan waktu yang berjalan. Fenomena di kalangan birokrat dalam memperebutkan tampuk pimpinan yang tertinggi (Presiden, gubernur, mentri, bupati. Lurah, camat, caleg, dll) kadang sudah tidak lagi memakai akal sehat, cara apapun digasaknya, baik lewat partai maupun lewat jalur independen, pasti selalu menimbulkan reaksi, baik itu negatif maupun positif. Namun terlepas apapun reaksi yang timbul, bagiku yang tidak pernah tertarik pada politik di negri ini tidak ambil pusing dibuatnya, meskipun setiap hari ada saja berita mengenai hal tersebut.

Sangat ironis jika melihat fenomena diatas, sadarkah mereka (para calon pemimpin) bahwa berebut pimpinan = berebut amanah-amanah, Jika mereka sadar tentunya mereka tahu akan konsekuensi menjadi seorang pemimpin, khususnya pemimpin dalam perspektif agama Islam.
Dalam perspektif agama Islam, amanah memiliki makna dan kandungan yang luas, di mana seluruh makna dan kandungan tersebut bermuara pada satu pengertian bahwa setiap orang merasakan bahwa Allah SWT senantiasa menyertainya dalam setiap urusan yang diberikan kepadanya, dan setiap orang memahami dengan penuh keyakinan bahwa kelak ia akan dimintakan pertanggung jawaban atas urusan tersebut.

Dalam bahasa Arab, kata amanah dapat diartikan sebagai titipan, kewajiban, ketenangan, kepercayaan, kejujuran dan kesetiaan. Dari pengertian bahasa dan dari pemahaman tematik al-Qur’an dan hadits, amanah dapat difahami sebagai sikap mental yang di dalamnya terkandung unsur kepatuhan kepada hukum, tanggung jawab kepada tugas, kesetiaan kepada komitmen, keteguhan dalam memegang janji.

Subhanallah, Maha Suci Allah! yang telah mengatur segala hal yang dikerjakan oleh umatnya yang semuanya itu tertuang dalam Al-qur’an dan hadis2nya baik itu cara mengatur negara, keluarga, cara berperang (berpolitik) dll, dan betapa kita sebagai umatnya tinggal mengikutinya. Namun sayangnya, banyak dari para pemimpin kita yang bila telah terpilih lupa akan hal tersebut

Karenanya, tulisanku disini untuk mengingatkan kembali pengertian amanah, khususnya menyangkut para pemimpin kita dalam perspektif Islam :

Dalam Islam, amanah ada pada setiap orang. Setiap orang memiliki amanah sesuai dengan apa yang dibebani kepadanya. Rasulullah SAW bersabda :Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dalam memelihara harta tuannya dan ia akan ditanya pula tentang kepemimpinannya”. (HR Imam Bukhari)

Bagi seorang muslim, amanah adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah mengajarkan seorang muslim untuk saling mewasiati dan memohon bantuan kepada Allah SWT dalam menjaganya, bahkan ketika seseorang hendak bepergian sekalipun setiap saudaranya seharusnya mendoakannya : “Aku memohon kepada Allah SWT agar Ia terus menjaga agama engkau, amanah dan akhir amalan engkau”. (HR Imam Tirmidzi).

Yang menanggung amanah

Dalam Al-qur’an telah diatur dasar-dasar pemerintahan sebagaimana firmanNYA :
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu(seorang muslim) untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah member pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An Nisa : 58).

Untuk menentukan siapa orang yang berhak dan sanggup menerima suatu amanah, kita diberikan perdoman oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Orang tersebut haruslah kompeten. Rasulullah SAW bersabda :“Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya”. Sahabat bertanya, “ Bagaimana bentuk penyia-nyiaannya?”. Beliau bersabda, “Bila persoalan diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten, maka tunggulah kehancurannya” ”. (HR Bukhari dan Muslim).

Kompetensi ini hendaknya bersifat menyeluruh. Kompetensi ini bukan sekedar keahlian dibidang yang akan dibebani kepadanya, tapi juga mencakup kedekatannya dengan Allah dan baiknya sifat yang dimilikinya. Kompetensi inilah yang dipunyai oleh Nabi Yusuf AS, seorang Nabi yang sangat dekat kepada Allah, bersifat amanah, dan memiliki keahlian di bidangnya. Hal ini diabadikan dalam Al Quran :“Berikanlah aku jabatan dalam memelihara hasil bumi, sesungguhnya aku ini adalah orang yang amanah dan berilmu”. (QS Yusuf : 55).

Kompetensi menyeluruh inilah yang harus dikedepankan. Kita tidak boleh memilih pemimpin karena pertimbangan hawa nafsu dan kekerabatan (nepotisme). Jika hawa nafsu dan kekerabatan yang dikedepankan, maka kita telah melakukan sebuah pengkhianatan yang besar. Khianat kepada Allah, Rasul dan orang-orang beriman. Rasulullah SAW menegaskan :“Barang siapa mengangkat seseorang berdasarakan kesukuan atau fanatisme, sementara di sampingnya ada orang lain yang lebih disukai Allah dari padanya, maka ia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman”, (HR Imam Al-Hakim)

Menunaikan amanah

Indopos, Minggu, 23 Mar 2008 (Kurniawan Muhammad) : Dalam sebuah riwayat diceritakan, suatu ketika Imam Al Ghazali bercengkerama dengan murid-muridnya. Seperti biasa, di saat santai itu, dia kerap melontarkan pertanyaan, sambil menguji murid-muridnya.

“Apa yang paling berat di dunia ini?” tanya Al Ghazali.
Murid pertama: “Baja“.
Murid kedua: “Besi”
Murid ketiga: “Gajah”
Murid keempat: “Gunung”
Jawaban-jawaban ini membuat Al Ghazali tersenyum. “Semua jawaban itu benar, tapi kurang tepat.”
Kata Al Ghazali, yang paling berat di dunia ini adalah memegang AMANAH.

Dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan bahwa betapa beratnya tanggung jawab yang akan dipikul bagi seseorang yang diberikan amanah, tidak serta merta membuat orang tersebut boleh lari dari kewajiban menunaikan amanah. Jika amanah dipercayakan kepadanya karena kompetensinya, maka ia wajib menunaikannya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang-orang yang membutuhkannya, maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat.”(HR. Ahmad).

Orang yang diberikan amanah akan mendapatkan kebaikan yang banyak jika menunaikan amanah dengan baik, pun akan mendapatkan keburukan yang banyak jika amanah di khianati. Seorang mukmin menyadari hal ini, karenanya ia akan menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Karenanya Allah berfirman :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS Al Anfal : 27).

Pentingnya menunaikan amanah dalam Islam, hingga dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal, sahabat Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah tidak pernah berkhutbah untuk para sahabat kecuali beliau bersabda :“Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak pandai memeliharanya”.

Dengan menulis kembali ulasan diatas, tidak adalagi alasan bagiku untuk merasa bersalah karena seringkali tidak menggunakan hak pilihku dalam memilih calon Pemimpin apapun, justru akan lebih merasa bersalah jika aku menggunanakan hak pilihku dan ternyata salah, karena ternyata pemimpin terpilih tidak dapat dengan benar menunaikan AMANAHNYA.

Semoga tulisan yang disarikan kembali dari berbagai bacaan on-off line ini dapat berguna bagi semua pihak, khususnya bagi yang senang memperebutkan tampuk pimpinan di negri ini.

Wassalam

Note : - Jadilah pemimpin yang amanah, karena semua yang dikerjakannya akan dipertanggungjawabkan di pengadilan Alloh yang maha adil.
- Setiap orang bebas berpendapat dan menentukan hak pilihnya digunakan atau tidak, jadi sah-sah saja.