Desember 29, 2008

Renungan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1430 H


Assalamu'alaikum wr,wb.......

Kepada kaum Muslim dan Muslimah di Seluruh Dunia, Saya mengucapkan :

"Selamat Tahun Baru Islam 1430 H"

Yang pertama, alhamdulillah saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup di bumi-NYA dan terus dapat curahan nikmat-NYA yang tak terhitung hingga tibanya 1 Muharam 1430 H saat ini, semoga dengan memasuki tahun baru ini, kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidup kita di tahun-tahun sebelumnya untuk menjadi bahan perbaikan di tahun ini dan tahun yang akan datang, agar kita menjadi jauh lebih baik dari tahun-tahun kemarin. InsyaAlloh !!

Yang kedua, patut diketahui bahwa dalam hijriah adalah era dimana: a) didalam hijriah terdapat Robiul Awal, yaitu bulan dimana lahirnya rahmatan lil alamin sang pemberi syafaat di hari kiamat; b) didalam hijriah terdapat bulan ramadhan, yaitu bulan yang penuh berkah, hidayah dan ampunan; c) didalam hijriah terdapat Dzulhijjaah, dikala Ibrahim mengorbankan Ismail, dikala umat muslim sedunia bertemu di Arafah untuk memohon ampunan Alloh;

Yang ketiga, dengan tibanya tahun baru Islam 1430 H ini, bukan perayaan yang gegap gempita, bukan pula pesta kembang api,meniup terompet, atau pawai dijalanan dan bukan pesta pora atau pergi tamasya, tetapi seharusnya hanya makan siang di masjid bersama anak yatim, karena itu kebiasaan yang dilakukan oleh Junjungan Nabi Kita Muhammad SAW, namun pesta kegembiraan sah-sah saja untuk dirayakan bagi seluruh umat, tetapi diupayakan tanpa mengurangi makna dari tahun baru islam itu sendiri.

4. Yang keempat, tibanya tahun baru ini diharapkan dapart melakukan refleksi sejenak, memutar kembali memori, dan menatap impian, karena setiap orang berharap segala sesuatu dapat berjalan sesuai dengan keinginan , impian dan harapan begitu pula dengan saya. Tapi terkadang, apa yang menjadi impian dan cita-cita tidak mesti selalu sama. Boleh jadi terkabulkan, boleh jadi tertunda, atau mungkin menemui kegagalan. Waallahualam bi sawab!!

Wassalamu'alaikum....................


Note : Wahai orang-orang yang bertaqwa, dan hendaklah kalian melihat diri kalian sendiri, apa-apa yang telah berlalu (telah diperbuat), untuk masa yang akan datang, (QS. Al Hasyr : 18)

Desember 25, 2008

Betapa Sulitnya Umur yang Barokah


Salah satu catatan inspiratif dari budayawan kita Taufiq Ismail, yang patut kita teladani dalam menyikapi hidup yang hanya sementara ini :


Seorang eksekutif meninggal dunia, umurnya enam puluh tiga
Istrinya sudah lebih dulu tiada, anak mereka berjumlah lima
Hartanya berupa 2mall, 3 PT, dan taksi kota sebagai armada
Total rupiahnya 30 MILYAR, terkumpul 30 tahun lamanya
Berarti sebulan dia menabung bersih 80 juta
Untuk seorang pegawai negeri, ini luar biasa..!!!!

Mendiang membeli gelar S-3 murah, hanya 25 juta rupiah saja
Universitasnya konon dari Amrik berkantor di Cengkareng sana
Tiga anak adiksi narkoba, satu punya disko, satu rumah bilyar
Begitu papa meninggal, mengenai harta habis-habisan bertengkar
Berita masuk semua koran, ketika ada perkelahian di pengadilan

Seorang pensiunan guru SMA meninggal dunia, umurnya enam puluh tiga
Istrinya sudah lebih dulu tiada, anak mereka berjumlah lima
Hartanya sebuah rumah cicilan BTN, sepeda motor tua
Total rupiah dalam tabungannya 240.000 yang tersisa

Almarhum guru bahasa dan sastra Indonesia
Untuk tambahan nafkah menulis artikel di koran daerahnya
sering menjadi juri lomba baca puisi SMP dan SMA
Pernah juga diam-diam menarik ojek tetapi tidak lama
Kelima anaknya memenangkan beasiswa
Tiga orang sampai S-2, dua mencapai S-3
Sama sekali tidak memberatkan orang tua

Mungkinkah rezeki yang barokah itu mengalirnya, mengkukuhkan umur yang barokah pula ?
Catatan ini tak terlalu sulit dituliskannya, namun betapa sulitnya menjalani hidup dengan mendapatkan umur yang barokah !!

source : Taufiq Ismail

note : Meski tidak berlebih, berilah nafkah bagi keluarga dengan cara halal

Desember 19, 2008

IN MEMORIAM



“Inna lillahi wainna ilaihi roji’un”


"BUNDA (MAMAM)"

Cirebon, Kamis, 11/12/2008, Pukul 20.00 WIB

Itulah tempat, hari dan waktu Bunda(Mamam) pergi

Meninggalkan semua orang yang tercinta di dunia fana ini

Terutama nanda……………………


Seketika :

Perasaan gelisah menyeruak,

Dada terasa sesak menghimpit

Hati begitu terasa sedih yang mendalam

Pikiran seakan tidak menentu arahnya kemana

Sesaat harapan dan semangat hidup turut pergi

Air mata mengiringi duka nanda

Namun tangis nanda harus tertahan

Demi relakan Bunda(Mamam) pergi tenang


Walau tidak terdengar ucap keramat Bunda(Mamam)

Buat nanda…………………

Karena Bunda(Mamam) pergi tak terduga

Semoga doa dan semangat yang Bunda(Mamam) beri

Senantiasa mengiringi perjalanan hidup nanda


Hari ini, genap sudah 7 hari Bunda(Mamam) pergi

Meski masih menyisakan duka dalam bagi nanda,

Namun nanda terus berusaha ikhlas dan tawakal

Kembalikan semua pada Sang Pemberi Hidup

Semoga Bunda(Mamam) diberikan tempat yang layak di sisiNYA

Ampunilah segala dosa dan kesalahan Bunda (Mamam) Ya Alloh,

Dan, mohon lautan maaf nanda pada Bunda(Mamam) selama ini

Terutama, nanda belum memberikan yang terbaik bagi Bunda(Mamam)

Teriring doa sepanjang usia nanda kelak, Insya Alloh !

Amiin Allohuma Amin……………………….



Note : datangya kehidupan dan kematian, hanya Alloh yang menetapkan, sejauh mana kita siap !?




Desember 08, 2008

Hari H, Sholat Idul Adha .........

Alhamdulillah, akhirnya hari H Idul Adha datang juga, thank my "GOD", Engkau masih berikan kesempatan pagi ini bertemu kembali dengan Idul Adha tahun ini, semoga tahun depan kembali bertemu. Insya Alloh! bangun pagi tadi agak kesiangan n langsung bergegas menuju GOR untuk mengikuti Sholat Idul Adha, namun begitu mendekati tujuan, langsung terkejut tenyata sholat sudah dimulai hampir 1 rokaat, sambil berlari - lari menuju barisan sholat, sempat2nya mendokumentasikan momen yang istimewa ini, jepret.....jepret .... n inilah beberapa hasilnya:






























Foto diambil ketika bergegas menuju barisan sholat, padahal hampir 1 rokaat terlambat !!!


























Source : by Me

Note : "suatu kebahagiaan hadir ketika satu momen dapat dirayakan bersama orang-orang yang kita sayangi ada disekeliling kita"

Desember 07, 2008

JELANG H - 1 IDUL ADHA

Assalamu'alaikum wrwb.............

Dua hari ini, sibuuuuuuuuuk terus kerjakan tugas2, thanks to "honey" dengan sabar membantuku, jangan bosan yah?! krn dah dari sabtu pagi tidak keluar rumah, sibuk ngetik, browsing, makan,ngemil n tentunya ga lupa ibadah sholat 5 waktu dong! sampe-sampe ga sadar klo dilluar hujan, akhirnya sehabis magrib tadi kita sepakat refreshing dulu n jalan menuju "botani square" untuk makan malam, habis makan disambung nonton film "BOLT", sebenarnya sih kita ga saling tahu film apa yang sedang diputar, pas nyampe yang masih belum main ya film "BOLT' tersebut("BOLT" adalah film animasi Walt Disney Pictures yang kisahnya membawa pesan kasih sayang, persahabatan, dan kesetiaan dengan plot yang menarik dan pesan disampaikan melalui karakter anak anjing, hamster dan kucing) lumayan kok bisa buat kita terhibur banget n tertawa sampe terpingkal-pingkal , ha.....ha.....hingga tak terasa selesai sudah filmnya, tepat jam 22.00 sampe rumah n berkutat kembali dengan komputer.


Sepanjang perjalanan pulang tadi,terdengar kumandang takbir ada dimana-mana, ya besok Idul Adha akan menyambut kita kembali, rasanya baru kemarin ramadhan dan idul fitri baru terlewati, kini idul adha sudah didepan mata, haru rasa menyesak didada........dengan lirih kuikuti takbir yang menggema itu, ucap syukur padaMU ya ALLOH krn ENGKAU masih berikan kesempatan padaku kembali bertemu Idul Adha di tahun ini.. Subhanalloh...!

wassalam.................

Source : by ME

Note : Syukuri setiap hari yang diberikanNYA.....

Desember 01, 2008

PUISI-PUISI HATI.........................

Puisi, ..................

adalah perasaan hati… bahasa jiwa...........seseorang
kala jiwa lara,
kala jiwa gundah,
kala jiwa marah,
kala jiwa suka,
kala jiwa di persimpangan,
kala jiwa sepi,

tak peduli kapan waktunya
segala rasa itu singgah
lepaskanlahah dalam gores penamu
Hingga lepas semua rasa yang membuncah
Dari dada ......................



(1)
Asa Yang Tertunda

Kemana langkah kaki ini kubawa
Jika jiwa tak memberinya arah
Kemana hasrat yg meronta kan berlabuh
Jika raga melayang entah kemana

Kemana kasihku kan pergi
Disanalah jiwa kan melangkah
Kemana belahan jiwaku berlayar
Disanalah raga ini kan berlabuh

Tuhan,........
Entah sampai kapan
Hasrat, jiwa dan raga ini
Temukan arahnya tuk berlabuh
Arungi harap dan asa bersama

Tuhan,...............
Entah sampai kapan
Engkau beri jawabnya
Akan kutunggu datangnya
Asa tuk saling mencinta
Dan sanding bersama
Hingga di usia senja

(2)
Kerinduan

Tak pernah lepas
Dirimu dalam ingatanku
Tak pernah jenuh
Mengenangmu dalam jiwaku

Meski jarak dan waktu terpisah
Tak menyurutkan hati ini merindumu
Meski terjal dan berliku kisah kasih ini
Tak memadamkan bara dihatiku

Karenamu, buatku berarti jalani semua
Karenamu, buatku bahagia
Karenamu juga, buatku terluka
Karenamu juga,, buatku kecewa

Andai saja waktu
Dapat kuputar kembali
Andai saja kisah kasih ini
Dapat terangkai kembali

Tak kan kulepas dirimu
Dari jiwaku
Tak kan kulepas dirimu
Dari ragaku
Selamanya ............................

(3)
Rasaku

Orang akan bilang aku gila
Orang akan bilang aku bermimpi
Orang akan bilang aku terobsesi
Karena mencintaimu

Aku akan bilang aku waras
Aku akan bilang ini nyata
Aku akan bilang ini jawaban
Karena kutahu kamu cinta aku

Semua tak perlu perduli
Karena hanya aku dan kamu
Yang rasa

Semua tak perlu tau
Karena hanya aku dan kamu
Akan tetap saling merindu


(4)
Keteladanan

Kata-kata apapun sudah semakin tak bermakna
karena fakta ibarat panggang jauh dari api
jadinya kambing hitam lantang diteriakkan
telunjuk menuding orang
empat jari lainnya mengarah ke diri sendiri

semakin hari,
menuding orang, menyalahkan bahkan menghujat menjadi hal biasa
apakah karena merasa diri sempurna atau
rasa iri yang terlampau merasuk ?

di negeri ini
di institusi ini
kemana keteladanan harus dicari
keserakahan disemua lini
kepalsuan disana sini, kerakusan tak pernah berhenti
manipulasi semakin menjadi
manusia baik yang tersisa
telah terkontaminasi kemunafikan

kemana keteladanan harus dicari
harusnya tak usah jauh
jawabnya ada disini
di hati nurani
di diri kita sendiri

tak jarang kita diskusi dirumah makan mewah
membahas rakyat yang miskin dan kelaparan
atau menginap di hotel berbintang
merumuskan bantuan korban banjir
memang keadilan menjadi rancu
ukurannya sering kenyamanan diri sendiri
jangan-jangan, sesungguhnya yang miskin
dan melarat itu adalah mental dan hati kita sendiri

kebanggaan telah bermetamorfosis,
banyak orang menganggap
kesuksesan ada pada jabatan, pangkat dan kekayaan
lalu dada terbusung, cenderung congkak dan arogan
kemudian hedonisme mewabah
ke istri, anak dan lingkungan sekitar
apalagi yang tersisa
bagi kepemimpinan dan keteladanan ?

lalu dimana orang baik-baik ?
dipuncak bukit dan gunung sana ?
Di gua atau dilembah pertapaan ?
Datanglah, dan tolong perbaiki negeriku
Jadilah teladan bagi penghuninya
sunyi tak ada jawab
karena sang pertapa itu
adalah diri kita sendiri


(5)
Pencarianku

Kumerindukanmu selama ini
Tak mampu luluhkan hatimu
Kumenantimu sudah sekian lama
Tak pernah kau sekedar kirimkan salam

Begitu berdosakah
Diriku padamu
Harus kutebus dengan apa?

Kepergianmu tak tahu kemana
Kau lenyap bagaikan ditelan alam
Pencarianku sudah segala arah
Namun jawabnya, sepi, sunyi

Teganya dirimu kasih
Kau sakiti hatiku, Kau hancurkan anganku
Kembali ke pangkuanku
Kau masih dihatiku, kau masih yang terindah
Datanglah kasih


(6)
Galau

Memang cinta, sering tak tau diri
Seperti diriku mencintaimu
Tak pernah kuundang, wajahmu slalu terbayang
Menghiasi mimpi di setiap tidurku

Memang cinta, sering membuat luka
Seperti diriku menyayangimu
Galau rasa ini, bila tak jumpa ku
Tersiksa hati ini mencitaimu

Oh malam sampaikan salamku
Oh angin, khabarkan cintaku
Dia yang kusayang, dia yang ku cinta
Dia yang kupuja, dia yang ku damba
Spanjang usiaku, hanya dia

Tak pernah kuundang, wajahmu slalu terbayang
Menghiasi mimpi di setiap tidurku
Memang cinta, sering tak tau diri
Seperti diriku mencintaimu



(7)
Hampa

Lama…… kau telah pergi, tanpa berita
Lelah…… aku menunggu, Hari ke hari
Tak sempatkah kasih, kau kirimkan kabar
Biar ada kepastian

Jangan siksa diriku seperti ini
Kau hanyutkan ku dalam kesunyian
Jangan biarkan mimpiku tanpa dirimu
Tak mengertikah kau perasaanku

Hari-hari sunyi tanpamu
Kujalani dalam kehampaan
Hadirlah kasih
Kurindu padamu

Hari-hari sunyi tanpamu
Kujalani dalam kehampaan
Hadirlah kasih
Kurindu padamu

Tak sempatkah kasih, kau kirimkan kabar
Biar ada kepastian
Hadirlah kasih
Kurindu Padamu

(8)
Kau Jiwaku

Kau menjadi jiwaku
Belahan hatiku
Tempat menyatu sgala rasa suka dan duka

Tiada hari tanpamu
Dapat kulalui
Tanpa dirimu, tanpa senyummu, kekasih

Kekasih, begitu berharganya dirimu bagiku
Sribu kata, tak akan sanggup untuk
Nyatakan cintaku
Dunia sepi tanpamu
Gairah hilang tanpamu
Sungguh kasih, inilah cintaku
Sungguh kasih, inilah cintaku

(9)
Hanya Kamu

Saatku terjatuh, kutemukan kamu sayang
Saatku menangis, kumasih temukan kamu
Dari hataiku yang tulus, kuingin kamu slamanya
Kuingin slalu denganmu

IIKau warnai hariku, dan berikan yang terindah
Tak ingin kulepas, walau hanya sekejap,
aku tak bisa

Tak kan ada cinta yang lain
Di dalam hatiku, didalam hidupku
Dan tak ada cinta yang lain
Oh hanyalah kamu, hanyalah dirimu

(10)
Andaikan Waktu

Sekian lamanya kita hidup bersama
Merajut manisnya madu cinta asmara
Beribu rintangan, berjuta cobaan
Kita slalu tempuh bersama
Kita slalu jalani berdua

Bila ku tak mampu, Memahami dirimu
Maafkan kasih, Aku sering membisu
Namun kau mengerti, Dan saling mengerti
Kita slalu tempuh bersama
Kita slalu jalani berdua

Andaikan waktu dapat dihentikan
Saat kan lelap dipangkuanku
Semua yang terindah
Yang tertulis dihati kan abadi selamanya

Sedangkan jalan masih sangatlah panjang
Genggamlah erat tanganku ini
Kita kan hadapi, kita kan arungi
Cinta kita berdua

(11)
Pergilah Kasih

Sungguh ku tak mengerti
Akan keputusanmu, tinggalkan diriku
Memangku tak sempurna
Penuhi segala, harapan hatimu

Tak bisa ku mencegah
Dan paksakan dirimu untuik mencintaiku
Namun tak kupungkiri
Hanyalah dirimu, di dalam hidupku

Pergilah sayang, kejar yang kau cari
Pergilah kasih, raih impianmu
Kulepas dengan doa, smoga kelak nanti
Engkau bahagia

(12)
Saat Bersamamu

Saat-saat bersamamu selalu terasa indah
Sat-saat bersamamu selalu terasa damai
Hangatnya pelukmu sejukkan hati
Oh. Kekasihku kau harapanku

Jangan kau tinggal daku jalani hidup sendiri
Tiada ku kan mampu hidupku tanpa dirimu
Jangan kau ingkari janji setiamu
Ku takkan tentram hidup tanpamu

Bawalah diriku,
Kemana kau pergi
Jangan kau tinggalkan
Diriku menyepi

Bawalah semua
Kenangan yang indah
Hadirkan diriku
Dalam mimpimu
Smoga saja kan abadi, slama lamanya
Kan menjadi yang terindah, dalam hidupku


Source : by me n al-mustofa

Note : goreskan penamu saat gelisah hati menyapa.....:)